Pelaku Mutilasi di Rupat Divonis Hukuman Mati

Kamis, 23 November 2017 11:45:00
BAGIKAN:

RIAUPEMBARUAN.COM - Setelah sempat ditunda sekali, agenda sidang vonis atau putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis terhadap tiga terdakwa Andrian alias Gondrong (29), Ali Akbar alias Barok (25) dan Heriyanto (28), pelaku pembunuhan berencana disertai mutilasi terhadap Bayu Santoso (27), warga Desa Tanjung Medang, Rupat Utara, Jumat (25/3/17) lalu akhirnya digelar, Rabu (22/11/17) petang.

Sidang pembacaan putusan ketiga terdakwa oleh majelis hakim dilakukan satu persatu dan terpisah. Sidang pembacaan vonis tersebut yang pertama terhadap terdakwa Andrian alias Gondrong.

Andrian alias Gondrong secara sah dan meyakinkan melanggar pasal Pasal 340 Jo 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana divonis majelis hakim dengan hukuman pidana penjara selama seumur hidup.

Andrian alias Gondrong terbukti melakukan perencanaan sebelum terlibat menikam korban atau menghabisi nyawa korban, kemudian melarikan diri ke hutan. Atas putusan ini Andrian alias Gondrong menyatakan banding.

Sidang putusan majelis hakim kedua terhadap Ali Akbar alias Barok terbukti secara sah dan meyakinkan turut serta melakukan pembunuhan berencana sesuai Pasal 340 Jo 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana dakwaan pertama terhadap korban Bayu Santoso.

Ali Akbar dijatuhi dengan hukuman penjara selama 20 tahun. Ali Akbar berperan memegang korban Bayu Santoso kemAtas putusan ini, Ali Akbar alias Barok nyatakan terima.

Sidang putusan atau vonis majelis hakim terakhir adalah Hariyanto, terdakwa diyakini paling berperan dalam pembunuhan berencana dan melakukan mutilasi terhadap korban Bayu Santoso di rumah toko (Ruko)-nya sendiri.

Majelis hakim memutuskan, terdakwa Heriyanto terbukti bersalah dan meyakinkan melakukan pembunuhan berencana kemudian melakukan mutilasi terhadap korban sebagaimana dakwaan pertama, Pasal 340 Jo 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Majelis hakim menjatuhi hukuman terhadap Heriyanto dengan hukuman pidana mati. Karena dalam fakya persidangan masih ada waktu untuk terdakwa memikirkan kembali rencana melakukan pembunuhan itu.

Terdakwa menusuk korban dan kemudian panik lalu memotong-motong tubuh korban menjadi beberapa bagian untuk menghilangkan jejak.

Putusan majelis hakim ketiga terdakwa ini, lebih tinggi dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis dibacakan sebelumnya, hanya hukuman selama 18 tahun penjara.

Atas putusan majelis hakim ketiga terdakwa ini JPU Kejari Bengkalis nyatakan pikir-pikir. "Kita akan pikir-pikir," ungkap salah seorang JPU, Handoko, SH.

Sidang berlangsung di Ruang Cakra dipimpin Ketua Majelis Hakim DR. Sutarno, SH, MH, dua hakim anggota Wimmi D. Simarmata, SH dan Aulia Fhatma Widhola, SH. Sedangkan JPU, Handoko, SH dan Reza Vahlefi, SH. Ketiga terdakwa didampingi Penasehat Hukum (PH) Windrayanto, SH.

Sidang putusan ketiga terdakwa pembunuhan berencana disertai mutilasi ini, juga disaksikan oleh keluarga korban Bayu Santoso. Atas putusan ini, keluarga korban mengaku puas.

Diinformasikan sebelumnya, pembunuhan berencana disertai mutilasi dilakukan para pelaku, terungkap ada 47 adegan. Pembunuhan dilakukan ketiga tersangka dengan peran berbeda.

Tersangka Herianto perencana dan pembunuhan disertai mutilasi, Gondrong sebagai perencana dan pembunuhan sedangkan Ali Akbar bertugas memegang tubuh korban.

Sebelum menghabisi korban, para pelaku sempat mengonsumsi narkoba jenis sabu kemudian merencanakan pembunuhan dan memutilasi.

Dalam adegan ke 21, usai melakukan upaya pembunuhan terhadap korban, tersangka Gondrong dan Ali Akbar keluar Ruko dan melarikan diri ke hutan. Dan, akhirnya mereka berhasil diringkus petugas.

Sedangkan diadegan mutilasi hanya dilakukan sendiri oleh tersangka Herianto. Barang bukti tindak pidana pembunuhan berencana disertai mutilasi itu turut disita.

Penulis: Deri

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Berawal Senggolan, Nyawa Pemuda di Kempas Inhil Berujung Maut

    RIAUPEMBARUAN.COM - Peristiwa berdarah yang terjadi Sabtu (18/11/2017) sekira pukul 23.50 WIB di Kelurahan Kemp

  • Dua Pelaku Penganiayaan Hingga Tewas Di Kempas Inhil Dibekuk Polisi

    RIAUPEMBARUAN.COM - Bah alias An (21) dan AA (18) warga Dusun Mekar Jaya, Desa Sungai Ara, Kecamatan Kempas Kab

  • Ditemukan Tewas Tergantung, Ternyata Wanita Di Rohul Ini Dibunuh Pacarnya

    RIAUPEMBARUAN - Polsek Kunto Darussalam, Rokan Hulu (Rohul), sudah menetapkan laki-laki inisial EM sebagai tersangka atas k

  • Jasad Pria Ditemukan Di Bandara Pekanbaru Dipastikan Dibunuh

    RIAUPEMBARUAN.COM - Dengan kondisi leher terlilit lakban, mayat seorang pria bernama Firzha Hendratno (22) yang

  • KOMENTAR
    situspoker situspoker