• Home
  • Dumai
  • Warga Mundam, Dumai Protes Proyek Turap Beralih

Warga Mundam, Dumai Protes Proyek Turap Beralih

Rabu, 12 September 2018 20:27:00
BAGIKAN:
Net - Ilustrasi

RIAUPEMBARUAN.COM - Proyek pembangunan turap‎ yang seharusnya dikerjakan di Kelurahan Mundam, malah dilaksanakan di Kelurahan Teluk Makmur, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Riau. Beralihnya proyek itu membuat warga Kelurahan Mundam protes dan meminta pembangunan dikembalikan ke daerah mereka.

"Ini jelas ada kesalahan dalam membangun proyek turap, harusnya di Kelurahan Mundam tempat kami, kok malah di Teluk Makmur. Ada unsur sengaja memindahkan proyek itu," ujar tokoh masyarakat Kelurahan Mundam, Budi saat dihubungi Rabu (12/09)

Ketahuannya pemindahan proyek itu diketahui oleh warga karena plang proyek yang dipancang di lokasi pembangunan turap bertuliskan lokasi Kelurahan Mundam. Namun, proyek yang dikerjakan CV Buana Negeri itu malah dibangun di sekitaran Pelabuhan Koneng, Teluk Makmur dengan nilai kontrak Rp 610.688.339,80.

‎"Plang proyeknya ada tulisan Mundam, dari situlah kami tahu ternyata dipindahkan proyek itu. Padahal, kami sudah lama mengajukan pembangunan turap di daerah kami, sejak tahun 2016 lalu," kata Budi.

Budi menyebutkan, warga Mundam tidak memiliki kepentingan dalam pembangunan proyek tersebut. Mereka meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau membangun turap di daerah mereka agar rumah warga tidak mengalami abrasi.

"Kondisi rumah warga kami sudah mengkhawatirkan pak, abrasi mulai mengancam. Kalau tidak dibangun turap, habislah rumah kami ditelan air laut. Ini pengajuan kami direalisasikan, tapi proyeknya malah dipindahkan ke daerah sebelah," keluh Budi.

Pihak Kantor Kecamatan Medang Kampai akhirnya mengetahui adanya peralihan proyek turap tersebut, hingga dilakukan mediasi antara warga Mendam dengan pihak kontraktor dan tokoh masyarakat Teluk Makmur. Setelah ditelusuri, ternyata ada seorang anggota DPRD Dumai yang berdomisili di Teluk Meranti tersebut.

"Kami tidak ingin menuduh, tapi kenyataannya mereka membangun turap di Teluk Makmur itu ada kepentingannya. Di situ ada Pelabuhan Koneng milik Pak Koneng. Proyek itu hak warga kami yang dirampas kepentingan pelabuhan," ucap Alihan, warga lainnya.

Setelah dilakukan mediasi oleh Plt Camat Mdang Kampai, Muhammad Zakir,‎ para pihak baik warga Teluk Makmur maupun masyarakat Mundam dan kontraktor pelaksana sepakat untuk mengembalikan proyek itu ke tempat semula, yaitu di Mundam.

"‎Kami berharap peralihan proyek yang memiliki kepentingan itu tidak terjadi lagi. Kami masyarakat Kelurahan Mundam, ingin proyek itu dikembalikan ke tempat awalnya, di daerah kami," ucap Anwar, tokoh masyarakat setempat.

Sementara itu Kepala Dinas PUPR Provinsi Riau Dadang Eko Purwanto saat d‎ihubungi belum menjawab. Pesan yang dikirim juga belum berbalas.

Editor: Iwan Iswandi

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • MA Staf Wilmar Dumai Sampaikan Hak Jawab Soal Berita Korupsi dan Pencucian Uang

    RIAUPEMBARUAN.COM - MA, Staf Humas PT.Wilmar Grup Dumai menyampaikan hak jawabnya kepada media online Tintariau.com, terkai

  • Hasil Sidak, Pertamina Minta Pengusaha Kuliner di Dumai LPG Non Subsidi

    RIAUPEMBARUAN.COM - Guna menjaga saluran distribusi LPG 3 kg bersubsidi kepada masyarakat, PT Pertamina (Persero) MOR I ber

  • Formasi Belum Diumumkan, Dumai Buka Penerimaan CPNS 2018

    RIAUPEMBARUAN.COM - Pemerintah Kota (Pemko) Dumai memastikan akan melakukan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) ta

  • Pasca Ganti Meteran Digital, Warga Dumai Kota Harus Bayar Tagihan 10 Kali Lipat

    RIAUPEMBARUAN.COM - Hendra mendadak pusing tujuh keliling, Warga Bintan Kecamatan Dumai Kota itu seolah tak percaya dengan

  • KOMENTAR
    situspoker situspoker