• Home
  • Maritim
  • Korupsi Pembangunan Gedung Fisipol Unri, Saksi Kunci Dua Kali Mangkir

Korupsi Pembangunan Gedung Fisipol Unri, Saksi Kunci Dua Kali Mangkir

Rabu, 10 Oktober 2018 09:59:00
BAGIKAN:
Net - Ilustrasi

RIAUPEMBARUAN.COM - Sidang perkara korupsi pembangunan gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Riau (UR) dengan terdakwa Heri Suryadi, mantan Pembantu Dekan (PD) II dan Ruswandi, Komisaris PT Usaha Kita Abadi selaku kontraktor. Makin menarik untuk disimaki. Pasalnya, salah satu saksi kunci yaitu, Akok. Tak kunjung hadir kepersidangan, kendati telah dua kali dilakukan pemanggilan.

Pada sidang lanjutan yang digelar Selasa (9/10/18) sore di Pengadilan Tipikor Pekanbaru. Kuasa hukum terdakwa, Megawati SH, kembali meminta kepada majelis hakim agar saksi Akok dihadirkan kepersidangan.Karena keterangan saksi Akok ini sangat penting didengarkan ke persidangan.

" Mengingat banyaknya aliran dana yang diterima saksi Akok ini yang mulia. Sehingga kami perlu mendengarkan kesaksiannya ke persidangan ini,"pinta Megawati kepada majelis hakim yang diketuai Bambang Myanto SH.

Atas permintaan pengacara terdakwa, Hakim kemudian menanyakan kepada jaksa penuntut umum (JPU) M Amin SH, Oka Regina SH dan Nuraeni Lubis SH, untuk dapat menghadirkan saksi Akok. JPU Oka mengaku telah melayangkan surat panggilan sebanyak dua kali. Namun yang bersangkutan belum bisa datang. Karena memang berada di luar kota.

" Kita telah panggil dua kali, tapi yang bersangkutan mengaku sedang berada diluar kota,"jelas Oka.

Selanjutnya, Hakim Bambang meminta jaksa untuk tetap melakukan pemanggilan kepada saksi Akok.

" Nanti sambil sidang ini berjalan, pemanggilannya tetap dilakukan,"sebut hakim.

Seperti diketahui, Selain terdakwa Heri Suryadi dan Ruswandi. Dalam perkara ini, turut juga menjerat tiga terdakwa lainnya, Z selaku PNS di Unri, BJ selaku pihak swasta dan EG selaku PNS (berkas terpisah).

Z merupakan dosen di Unri yang menjabat selaku Ketua Tim Teknis pembangunan proyek yang dilakukan pada 2012 lalu. Sementara BJ dari pihak rekanan, dan EG merupakan mantan Kabag ULP Pemprov Riau.

Penyimpangan pada proyek pembangunan gedung Fisipol Unri tahun 2012 lalu ini. Sudah terlihat dari awal proses lelang yang gagal hingga dua kali hingga panitia lelang melakukan penunjukkan langsung untuk menentukan pelaksana kegiatan.

Sejatinya, yang boleh mengerjakan proyek tersebut adalah peserta lelang yang telah mendaftar karena dalam pendaftaran, peserta pastinya membuat surat keterangan penyanggupan. Namun, oleh panitia lelang dipilihlah rekanan yang tidak sama sekali mendaftar.

Diduga proses penunjukkan tersebut dilakukan oleh Z. Adapun kontrak kerja ditandatangani oleh direktur rekanan yang diduga dipalsukan di depan Panitia Lelang dan Z. Adapun pihak yang diduga memalsukan berinisial W.

Dalam pengerjaannya, pada akhir Desember 2012 pekerjaan tidak selesai, hanya sekitar 60 persen tapi anggaran tetap dicairkan 100 persen. Rekanan juga tidak dikenakan denda dalam proyek Rp9 miliar yang bersumber dari APBN Perubahan Tahun 2012.

Audit BPKP Riau, terdapat kerugian negara sebesar Rp940.245.271,82. Terdakwa dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 3 Undang-undang (UU) Nomor 30 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tidak pidana korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Editor: Iwan Iswandi

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Rampok Nyamar Petugas Listrik Ditangkap Usai Kuras ATM Korban di Pekanbaru

    RIAUPEMBARUAN.COM - Bemodalkan senjata tajam jenis pisau, Hadi Suseno nekat merampok rumah seorang ibu rumah tangga, Netty

  • Kasus Dokumen Lelang Palsu TPA Kuansing, Polda Riau Sudah Periksa 13 Saksi

    RIAUPEMBARUAN.COM - Kepolisian Daerah Riau melalui Diktorat Reserse Kriminal Umum telah memeriksa sekitar 13 saksi terkait

  • Hindari Pemotor, Truk Pertamina Panjat Median Fly Over Jalan Sudirman Pekanbaru

    RIAUPEMBARUAN.COM - Sebuah truk pertamina yang hendak mengangkut bahan bakar minyak mendadak membuat macet Jalan Jenderal S

  • Kakek Pedofil di Pekanbaru Ini Cabuli 8 Bocah Perempuan

    RIAUPEMBARUAN.COM - Bukannya menjadi contoh yang baik, Darwin alias Win (63) justru menjadi sosok yang menakutkan bagi anak

  • KOMENTAR
    situspoker situspoker