• Home
  • Peristiwa
  • Tampar Dokter, Bidan di Inhu Berurusan dengan Polisi

Tampar Dokter, Bidan di Inhu Berurusan dengan Polisi

Senin, 02 April 2018 12:49:00
BAGIKAN:

RIAUPEMBARUAN.COM - Seorang bidan berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berdinas di Dinas Kesehatan Pemkab Inhu, harus berurusan dengan polisi setelah diduga menampar seorang dokter yang bertugas di RSUD Indrasari Inhu.

Dipolisikanya seorang bidan berinisial M setelah diduga menampar seorang dokter RSUD Indrasari berinisial NP dibenarkan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Inhu dr.Ibrahim saat dikonfirmasi awak media Ahad (1/4/18).

"IDI memutuskan melaporkan perbuatan tidak menyenangkan terlapor inisial M setelah melakukan konsultasi ke Polisi tentang unsur pidananya dan keputusan ini merupakan keputusan bersama anggota dan pengurus IDI," ujarnya.

Laporan terhadap bidan M yang merupakan bidan senior dari Puskesmas Sipayung Kecamatan Rengat, dilakukan oleh IDI Inhu ke Polsek Kecamatan Rengat Barat pada pekan kemarin. Sebelum melaporkan perbuatan tidak menyenangkan yang disinyalir mencederai profesi dokter, IDI Inhu terlebih dahulu mengkaji dan mengobservasi data. Seperti melakukan klarifikasi terhadap korban NP dan para saksi serta bukti bukti hingga kronologi penamparan wajah korban.

"Yang paling kita sesalkan bidan M ini selain ASN juga mantan paramedis senior yang seyogyanya paham dengan standar pelayanan kesehatan," ungkapnya.

Sementara itu Kapolres Inhu AKBP Arif Bastari SIk MH melalui Kapolsek Rengat Barat Kompol Suyadi, membenarkan adanya konsultasi terkait aspek pidana dari korban NP dan IDI Inhu sekaligus menjelaskan tentang kronologi perbuatan tidak menyenangkan yang dialami dokter NP.

"Pak Kapolres sudah memerintahkan ke saya untuk menangani perkaranya secara profesional. Sedangkan laporan resmi dari IDI atau korban belum, mungkin final laporan polisinya besok Senin (2/4/18)," jelasnya.

Sebagamana diketahui, penamparan terhadap dokter NP terjadi pada Selasa (27/3/18) di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Indrasari, saat korban dokter NP tengah melakukan tugas jaga dan pelayanan. Dikutip dari berbagai sumber, saat itu anak bidan M tengah dirawat di IGD dan disarankan untuk dirawat inap. Namun bidan M menolak.

Karena bidan M tetap ngotot menolak anaknya dirawat inap, kemudian disarankan agar bidan M menanda tangani surat penolakan rawat inap yang justru memicu pertengkaran, hingga berujung pada penamparan ke wajah dokter NP oleh bidan M menggunakan botol infus.

Editor: Rezi AP

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • Setahun Buron, Pelaku Perambah Hutan di Inhu Ditangkap

    RIAUPEMBARUAN.COM - Buron setahun lebih, pelaku perambah Hutan Produksi Terbatas (HPT) di Desa Siambul Kecamatan Batang Gan

  • Polsek Kelayang Inhu Ciduk Pengedar Sabu

    RIAUPEMBARUAN.COM - Kepolisian Sektor (Polsek) Kelayang Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) mengamankan pria yang diduga sebaga

  • Heboh, Jasad Wanita Ditemukan Terapung di Sungai Cenaku Inhu

    RIAUPEMBARUAN.COM - Setelah tiga hari menghilang, seorang wanita warga Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) ditemukan meninggal

  • Rumah di Geledah Polisi, Warga Candirejo Inhu Simpan 6 Paket Sabu

    RIAUPEMBARUAN.COM - Pria inisial IW (35) alias Bedul warga Candirejo Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Inhu terpaksa dibekuk

  • KOMENTAR
    situspoker situspoker