• Home
  • Tekno
  • Jack Ma, Hari Jomblo, dan Promo 11.11

Jack Ma, Hari Jomblo, dan Promo 11.11

Minggu, 11 November 2018 11:00:00
BAGIKAN:

Yang gemar belanja pastinya ngeh banget kalau besok tanggal 11 November, momen yang identik dengan aktivitas belanja dalam promo 11.11. Yang mungkin belum kamu tahu adalah hari jomblo yang punya kaitan erat di baliknya.

Saat ini momen 11 November, atau juga populer disebut dengan promo 11.11, memang berkaitan erat dengan diskon dan potongan harga belanja secara khusus di gerai online atau e-commerce.

Di Indonesia ada pula yang menyebut bahwa promo 11.11 ini merupakan bagian dari Harbolnas (Hari Belanja Online Nasional), selain juga pada tanggal 12 Desember -- 12.12.

Ya, 11 November kini memang identik dengan belanja. Tapi menelusuri sejarahnya, momen itu sebenarnya merupakan sebuah perayaan buat kaum lajang alias jomblo. Sebutannya adalah Guanggun Jie (Single's Day/Hari Jomblo).

Seperti terindikasi dari nama sebutan di atas, Hari Jomblo ini memang muncul di China. Kenapa 11 November? Karena di tanggal itu ada angka "1" (yang tentunya bermakna tunggal atau berdiri sendiri) yang berderet sampai empat biji -- 11.11.

Mengutip WashingtonPost.com, pada dekade 1990-an momen 11 November ini tumbuh menjadi sebuah perayaan di universitas-universitas, untuk merasa bangga jadi jomblo di tengah-tengah kultur yang sangat menekankan pada keharusan punya hubungan asmara.

Kalau ada Hari Valentine, atau Hari Kasih Sayang, kenapa Hari Jomblo tidak? Disebutkan pula bahwa kelas menengah China, yang ketika itu sedang tumbuh, ikut berperan untuk mengubahnya menjadi sebuah fenomena faktual.

Yang menarik, momen 11 November ini pada prosesnya justru juga menjadi tanggal populer yang dipilih para sejoli di China buat melangsungkan pernikahan.

Lantas kenapa Hari Jomblo sekarang identik dengan belanja? Well, itu tak lepas dari peran besar Jack Ma si pendiri perusahaan raksasa Alibaba. Semasa membangun perusahaannya itu, Ma melempar ide tentang pemusatan promosi belanja pada momen libur tertentu, terinspirasi dari tradisi diskon besar-besaran Black Friday di Amerika Serikat.

"Mulai 2009, ia memilih 11 November," sebut WashingtonPost.com.

"Sejak awal bagian pemasaran perusahaannya memang mendorong konsumen untuk memanjakan diri sendiri dan merayakan ke-jomblo-annya. Tapi hari itu tak pernah terbatas untuk orang yang jomblo saja dan membidik semua segmen."

Sejak itu Hari Jomblo 11.11 tambah populer. Alibaba, berkat ide Jack Ma, memang menjadi yang pertama mengaitkan Hari Jomblo dengan budaya belanja. Tapi saat ini yang terlibat bukan cuma Alibaba atau e-commerce lain di China, melainkan juga negara-negara lain di dunia termasuk di Indonesia.

BAGIKAN:

BACA JUGA

  • SMS Penipuan Masih Marak, Apa Solusi Pemerintah?

    RIAUPEMBARUAN.COM - Pemerintah terus mencari solusi terkait masih maraknya SMS penipuan yang dialami pelanggan seluler pasc

  • Oppo R19 Usung Dua Kamera Terintegrasi Dalam Layar

    RIAUPEMBARUAN.COM - Oppo telah memperkecil ukuran notch ponselnya menjadi seperti tetesan air. Kedepannya, ponsel Oppo baka

  • Xiaomi Susul Huawei-Honor Kloning AirPods Apple

    RIAUPEMBARUAN.COM - Belum lama ini Honor resmi merilis earphone nirkabel, atau bisa juga disebut earbud wireless, yang terd

  • Galaxy S10 Pakai Sensor Sidik Jari Bikinan Qualcomm?

    RIAUPEMBARUAN.COM - Ponsel yang menggunakan sensor sidik jari di bawah layar saat ini tengah menjamur, dan Samsung pun dise

  • KOMENTAR
    situspoker situspoker