crossorigin="anonymous">
Ekonomi

UMKM Jacoline Berseri Bangkitkan Ekonomi Perempuan di Dumai

Redaksi Redaksi
UMKM Jacoline Berseri Bangkitkan Ekonomi Perempuan di Dumai

RIAUPEMBARUAN.COM -Aroma gurih keripik cabai khas Dumai dan manisnya kue bangkit kerap tercium dari dapur produksi sederhana di Bukit Datuk, Kecamatan Dumai Selatan. Dari tempat inilah, UMKM Jacoline Berseri tumbuh sebagai ruang kolaborasi perempuan dalam menggerakkan ekonomi keluarga dan komunitas.

Di tengah aktivitas produksi, Syamairawati (46) tampak sigap memeriksa setiap kemasan sebelum dipasarkan. Perempuan yang akrab disapa Ira itu menyebut Jacoline Berseri bukan sekadar usaha rumahan, melainkan wadah bagi perempuan untuk berdaya dan berkontribusi dalam perekonomian.

UMKM Jacoline Berseri lahir pada awal 2023 sebagai turunan dari Kelompok Wanita Tani (KWT) di wilayah tersebut. Pada tahap awal, produk seperti kerupuk cabai Dumai dan kue bangkit hanya dipasarkan secara sederhana di toko-toko kecil di sekitar lingkungan tempat tinggal anggota.

Seiring waktu, kelompok ini mulai mengelola usaha secara lebih sistematis. Mereka meningkatkan kualitas produk, memperkuat identitas kemasan, hingga menata manajemen keuangan secara lebih rapi. Upaya ini diperkuat melalui pelatihan pemasaran digital, manajemen usaha, serta dukungan peralatan produksi.

“Kami belajar bahwa kualitas bukan hanya soal rasa, tetapi juga bagaimana produk dipresentasikan dan dipercaya konsumen. Dengan kemasan yang lebih profesional, kami semakin yakin memasarkan produk ke pasar yang lebih luas,” ujar Syamairawati.

Kini Jacoline Berseri memproduksi berbagai camilan, mulai dari keripik cabai Dumai, stik pisang, rempeyek, keripik pisang, kacang bawang hingga keripik Malaysia. Produk-produk tersebut bahkan telah dipasarkan di sejumlah pusat oleh-oleh di Kota Dumai.

Perkembangan usaha ini turut berdampak pada peningkatan omzet kelompok yang kini berkisar antara Rp2 juta hingga Rp2,5 juta per bulan. Bagi para anggota, usaha ini tidak hanya menjadi sumber penghasilan tambahan, tetapi juga membuka ruang partisipasi perempuan dalam kegiatan ekonomi masyarakat.

Syamairawati mengaku pendampingan dan dukungan peralatan produksi dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menjadi salah satu faktor yang mendorong perkembangan usaha kelompoknya.

“Alhamdulillah, sejak adanya pendampingan serta dukungan alat produksi dari PHR, penghasilan kami meningkat dan produk kami semakin dikenal luas. Yang paling kami rasakan bukan hanya bantuannya, tetapi juga kepercayaan dan semangat yang diberikan agar kami terus berkembang,” ungkapnya.

Ke depan, UMKM Jacoline Berseri menargetkan perluasan pemasaran ke pasar ritel modern di Dumai dan Duri. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi produk lokal sekaligus membuka peluang pertumbuhan usaha yang lebih berkelanjutan.

Manager Community Involvement & Development (CID) PT Pertamina Hulu Rokan, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan perkembangan UMKM Jacoline Berseri menunjukkan bagaimana kolaborasi antara masyarakat dan perusahaan dapat menciptakan nilai bersama.

“Semangat Give to Gain menekankan bahwa setiap kontribusi untuk memperkuat kapasitas masyarakat akan menghasilkan dampak yang lebih luas. Ketika pelaku usaha lokal mendapatkan akses terhadap pengetahuan, jaringan, dan peluang pasar, manfaatnya tidak hanya dirasakan individu tetapi juga keluarga dan komunitas,” jelasnya.

Ia menambahkan, perempuan memiliki peran strategis dalam dinamika ekonomi komunitas, terutama melalui usaha produktif berbasis potensi lokal.

Bagi Syamairawati dan para anggota kelompoknya, perjalanan Jacoline Berseri menjadi bukti bahwa ketika kesempatan terbuka, perempuan mampu berkontribusi aktif dalam membangun ekonomi komunitas yang lebih tangguh.*

Penulis: Redaksi

Editor: Rezi AP

Sumber: PHR


Tag:PT PHRPertamina Hulu RokanUMKM Jacoline