Info Sawit -
Info Sawit

Menteri Pertanian: Potensi Sawit Mesti Dikembangkan Untuk Genjot Ekspor

Redaksi Redaksi
Menteri Pertanian: Potensi Sawit Mesti Dikembangkan Untuk Genjot Ekspor
Istimewa

RIAUPEMBARUAN.COM -Sebagaimana sejarah mencatat, pada tanggal 18 November 1911 untuk pertama kalinya penanaman perdana kelapa sawit secara luas dan komersial di Kebun Sungai Liput Aceh dan Pulo Raja Sumatera Utara yang didanai oleh Societe des Huileries de Sumatra yang dibentuk di Brussel, Belgia dengan pendanaan sebesar 1,4 juta francs.

Dalam sambutannya Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, pada Hari Sawit Nasional 2020, yang dibacakan Direktur Jenderal Perkebunan, Kementan, Kasdi Subagyono, peristiwa tersebut dapat menjadi sejarah awal dan milestone perkembangan perkebunan kelapa sawit Indonesia hingga saat ini yang diperingati setiap tanggal 18 November menjadi Hari Sawit Nasional.

Lebih lanjut kata dia, dampak pandemi covid 19 secara signifikan mengakibatkan terjadinya penurunan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Mengacu data BPS hingga triwulan ke-3 tahun 2020 ini, PDB Indonesia terkoreksi negatif 3,49% dibandingkan periode yang sama tahun 2019.

Dibalik angka tersebut kita patut bersyukur bahwa sektor pertanian hingga saat ini justru tumbuh positif 2,15% dibandingkan dengan sektor lainnya dan komoditas kelapa sawit menjadi salah satu penyumbang angka positif pada PDB pertanian di triwulan ke-3 tahun 2020.

Komoditas kelapa sawit berkontribusi cukup besar sebagai sumber devisa. Saat ini kelapa sawit berada pada peringkat ke 1 kontribusinya sebagai penyumbang devisa negara dari sektor pertanian. Mengacu pada data BPS, hingga triwulan ke-3 tahun 2020, ekspor kelapa sawit Indonesia sebesar 25,28 juta ton atau senilai Rp195,39 triliun.

“Angka nilai ekspor tersebut tercatat meningkat 11,5% dibandingkan periode yang sama tahun 2019. Dari volume ekspor tersebut, 56% lebih kelapa sawit diekspor dalam bentuk produk hilir seperti refined, oleochemical, lauric, biodiesel, dan lainnya,” catat Mentan.

Oleh sebab itu kata Mentan, potensi-potensi kelapa sawit tesebut harus dimanfaatkan seoptimal mungkin, guna meningkatkan ekspor sesuai kebijakan yang dicanangkan hingga 2024 melalui gerakan tiga kali lipat ekspor (Gratieks), sehingga seluruh daya dan upaya dari Kementerian Pertanian dan stakeholder sawit harus difokuskan pada program Gratieks tersebut.

“Saya juga menekankan bagaimana branding sawit kita di perdagangan internasional baik terkait standarisasi mutu maupun intensif promosi sebagaimana diamanatkan Permentan Nomor 19 tahun 2019 tentang Pengembangan Ekspor Komoditas Pertanian,” katanya.*

Penulis: Redaksi

Editor: Rezi AP

Sumber: InfoSawit


Tag:Berita SawitInfo Sawit