Kesehatan

Sambut Nataru Wajib Vaksin, Tes Swab dan Pengecekan Ketat

Redaksi Redaksi
Sambut Nataru Wajib Vaksin, Tes Swab dan Pengecekan Ketat

RIAUPEMBARUAN.COM -Persiapan pemerintah menyambut tahun baru tidak hanya akan menerapkan PPKM Level 3 secara di seluruh Indonesia. Namun juga menerapkan wajib vaksin,test swabserta Pengecekan secara kata disetiap perjalanan.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Sabtu (20/11) melalui KPCPEN DI Jakarta.

Aturan yang akan diterapkan mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022 tersebut guna menekan potensi lonjakan kasus diakibatkan meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Aturan itu jelasnya, diberlakukan bukan karena situasi COVID-19 di Indonesia saat ini, tapi ditetapkan dengan tujuan mengatur mobilitas masyarakat pada Nataru serta merupakan langkah strategis pemerintah dalam mengantisipasi terjadi gelombang ketiga.

“Secara umum, kondisi penanganan COVID-19 kita sangat baik, bahkan apresiasi luar negeri sangat bagus terhadap Indonesia, dan kondisi ini harus kita pertahankan,” ujar Muhadjir.

Berdasarkan pengalaman, pergerakan manusia dalam libur panjang berpotensi menimbulkan lonjakan kasus. Untuk itu pemerintah juga perlu menetapkan kebijakan lebih ketat dan aturan-aturan baru.

Khusus untuk PPKM Level 3 Nataru ini, penerapannya akan diseragamkan di seluruh Indonesia dengan ketentuan yang sudah berlaku pada PPKM Level 3, serta ditambah aturan terhadap kegiatan berskala besar.

“Kegiatan yang melibatkan kerumunan besar akan diatur mulai dari dilarang sampai diperkecil peluangnya,” tegasnya.

Ia menyatakan cukup optimis implementasi kebijakan untuk Nataru dapat berjalan baik di lapangan, mengingat semua kementerian dan lembaga sudah berpengalaman sehingga sudah tahu apa yang harus dilakukan, bahkan sekarang pun sudah mulai melakukan aktivitas persiapannya.

Dalam menghadapi Libur Nataru tahun ini, menurutnya, Indonesia dinilai memiliki situasi lebih baik dibandingkan sebelumnya dengan adanya cakupan vaksinasi di atas 60 persen untuk dosis pertama, juga angka kasus,fatality rate, angka kasus aktif dalam kondisi yang landai.

“Akan tetapi kita tidak boleh jemawa dengan kondisi yang sudah kita miliki ini. Justru kita harus lebih hati-hati,” ujarnya.

Lebih jauh katanya Muhadjir, sesuai arahan Presiden, pada liburan Nataru tahun ini tidak diadakan penyekatan. Namun, pemerintah menetapkan bahwa orang yang bepergian harus dalam keadaan sehat, dengan cara memastikan status vaksinasi yang bersangkutan serta melalui hasiltest swab.

“Siapa saja yang mau bepergian supaya segera menggunakan aplikasi PeduliLindungi, kemudian harus vaksin. Yang belum vaksin harus vaksin, diusahakan sudah vaksin kedua. Selain itu, sebelum berangkat juga dilakukan tes swab,” tuturnya.

Gubri Ingatkan Pemerintah Kabupaten/Kota Segera Habiskan Stok Vaksin

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengingatkan kepada Pemerintah kabupaten/kota di Riau, bersama instansi terkait untuk dapat segera menghabiskan stok vaksin yang ada. Pasalnya, jika stok vaksin yang ada tidak dihabiskan maka pemerintah pusat tidak akan mengirimkan tambahan vaksin.

Hal tersebut disampaikan Gubri Syamsuar saat menghadiri peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 57 tahun 2021 yang dilaksanakan di SMAN 2 Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Sabtu (20/11/21).

"Pemerintah kabupaten/kota melalui Dinas Kesehatan kami ingatkan untuk segera menghabiskan stok vaksin yang ada. Karena kalau tidak dihabiskan dan dilaporkan melalui aplikasi, kuotanya tidak akan ditambah," katanya.

Dilanjutkan Gubri, saat ini capaian vaksinasi di Riau baru mencapai 46,9 persen. Karena itu perlu kerjasama semua pihak agar capaian vaksinasi di Riau bisa mencapai target.

"Saat ini seluruh provinsi di Indonesia sedang terus mengejar capaian vaksinasi. Ini semua untuk mencapai herd imunity agar pandemi Covid-19 segera berakhir," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubri juga memberikan penghargaan kepada media di Riau yang selama ini sudah ikut membantu pemerintah dalam hal menyampaikan informasi terkait penanganan COVID-19 sangat membantu. Terutama dalam hal menyampaikan protokol kesehatan dan vaksinasi.

"Apalagi banyak sekali informasi yang tidak benar terkait vaksinasi. Dengan adanya pemberitaan dari media, masyarakat jadi tahu dan saat ini sudah berbondong-bondong untuk divaksin," ujarnya.*

Penulis: Rezi AP

Editor: Redaksi


Tag:Covid 19Covid 19 RiauVaksin MassalVaksinasi