Maritim

Terdakwa Korupsi Peningkatan Jalan di Bengkalis Nyatakan Banding

Redaksi Redaksi
Terdakwa Korupsi Peningkatan Jalan di Bengkalis Nyatakan Banding

RIAUPEMBARUAN.COM -Meski divonis lebih ringan dari tuntutan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Makmur alias Aan, Direktur PT Mitra Bungo Abadi (MBA), Makmur alias Aan, yang menjadi terdakwa atas perkara korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Kabupaten Bengkalis. Langsung menyatakan banding, usai majelis hakim Pengadilan Tipikor Pekanbaru yang diketuai Saut Maruli Tua Pasaribu SH MH membacakan amar putusannya.

Makmur yang terbukti secara sah melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. Dijatuhi hukuman pidana penjara selama 6 tahun.

"Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa selama 6 tahun, dipotong masa penahanan," kata Saut dalam sidang yang digelar secara daring, Rabu (29/7/20).

Selain hukuman pidana penjara, Makmur juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp300 juta subsider 3 bulan. Terdakwa Makmur juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp60,5 miliar atau subsideir 2 tahun.

" Saya menyatakan banding Yang Mulia," ucap terdakwa setelah amar putusannya dibacakan.

Padahal, hukuman terhadap terdakwa ini lebih ringan dari tuntutan jaksa. Dimana sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Trimulyono Hendradi SH. Menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 10 tahun denda sebesar Rp800 juta subsider 6 bulan.

Terdakwa juga dituntut membayar uang pengganti kerugian negara Rp60,5 miliar subsider 3 tahun kurungan.

Perkara korupsi dilakukan Makmur ini terjadi tahun 2014-2015 lalu. Terdakwa melakukan secara bersama sama dengan mantan Kadis PUPR Bengkalis, M Nasir, dan Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction (MRC), Hobby Siregar. M Nasir dan Bobby sudah diadili dan dinyatakan bersalah oleh pengadilan dan Mahkamah Agung.

Makmur mengakali lelang proyek Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih agar PT MRC milik Hobby Siregar yang dipinjam Makmur agar menang proyek. Nilai pekerjaannya sebesar Rp495.319.678.000.

Total uang proyek yang diterima PT MRC ialah sebesar Rp352.360.510.000 tapi yang digunakan untuk pembiayaan pelaksanaan pekerjaan proyek hanya sebesar Rp204.605.912.302. Sebagian di antaranya pun diduga dipakai untuk kebutuhan pribadinya.

Dalam proyek yang merugikan negara Rp105.881.991.970 itu, Makmur sudah memperkaya M Nasir sebesar Rp2 miliar, Bobby Siregar Rp40.876.991.970 dan Herliyan Saleh Rp1,3 miliar. Uang itu juga dinikmati sejumlah pihak lain dengan jumlah bervariasi.*

Penulis: Redaksi

Editor: Iwan Iswandi

Sumber: RiauTerkini


Tag:Berita RiauKPKKorupsi