Maritim

Usaha Mafia CPO Bebas Beraksi di Sungai Dumai

Redaksi Redaksi
Usaha Mafia CPO Bebas Beraksi di Sungai Dumai
Istimewa

Salah satu lokasi usaha Mafia CPO Bebas Beraksi di Sungai Dumai

RIAUPEMBARUAN.COM -Aktivitas diduga ilegal, usaha para mafia penampungan Crude Palm Oil (CPO) dari Kapal tangker ke kapal tongkang di Sungai Dumai tak tersentuh aparat hukum, disinyalir oknum aparat hukum terlibat.

Informasi di lapangan, usaha diduga ilegal tersebut dikelola oleh inisial ASR, dan sebagai perpanjangan tangan ditunjuk salah seorang yang mengawasi.Hal ini dikemukakan oleh salah seorang warga di lokasi dimana tempat aktivitas bongkar muat CPO yang masih berjalan hingga saat ini.

Sesampainya di dermaga, CPO dimuat menggunakan mobil tangki yang bermuatan lebih kurang 30 ton sampai saat ini aktivitas yang diduga ilegal lancar beroprasi tanpa tersentuh hukum.

Selanjutnya, CPO diturunkan dengan menggunakan alat selang ke dalam palka kapal pompong sesuai kesepakatan, kemudian para kaki tangan mafia CPO mengangkut CPO tersebut ke pinggir sungai Dumai menggunakan kapal yang bermuatan 35 ton.

Kaki tangan mafia CPO langsung membawa kapal pompong mendekat ke kapal tanker maupun kapal tongkang, kemudian setelah ada kesepakatan antara kaki tangan mafia CPO dengan para ABK.

Modus operandi yang dilakukan mafia CPO untuk mendapat target minyak turunan sawit tersebut melobi para ABK kapal tanker dan kapal tongkang yang sedang berlabuh jangkar di sekitar pesisir pantai laut Dumai agar para ABK mau menjual sebagian CPO yang ada di dalam kapal tersebut.

"Kalau tak ada beking oknum aparat, mana mungkin usaha CPO ilegal seperti itu bebas beroperasi di Sungai Dumai. Sementara petugas yang berwenang patroli disekitar pinggir laut Dumai itu terus menerus," sebut salah seorang warga berinisial HS kepada wartawan, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, oknum petugas pengawas keluar masuk untuk mengawasi aktivitas bongkar muat tersebut.

Sebelumnya, terkait hal ini sempat awak media mengkonfirmasi kepada AN yang disebut - sebut sebagai pemilik usaha tersebut melalui via telepon selulernya, pada Minggu (5/9/2021)dan mengakui ini adalah bentuk usaha kecil kecilan.

"Hanya pemain kecil kecilan," ujar AN sambil tertawa kecil.

Terpisah, Ketua Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Kota Dumai menilai perlunya peran semua unsur aparat penegak hukum serta instansi terkait untuk mengentaskan para mafia yang masih bermunculan di Kota Dumai.

“Untuk menuntaskan masalah ini harus ada kerjasama gabungan aparat hukum" ucap Ariadiono selaku ketua LCKI Kota Dumai.*

Penulis: M Ridduwan

Editor: Redaksi


Tag:Berita DumaiMafia CPOSungai Dumai