Pekanbaru

Gunakan Hasil PCR Palsu, Penumpang Pesawat Diciduk Polisi Pekanbaru

Redaksi Redaksi
Gunakan Hasil PCR Palsu, Penumpang Pesawat Diciduk Polisi Pekanbaru

RIAUPEMBARUAN.COM -Polresta Pekanbaru amankan lima orang warga yang kedapatan menggunakan hasil tes PCR palsu untuk perjalan. Kelimanya ditangkap di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Minggu (22/08/21).

Dalam temu persnya, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Pria Budi mengatakan kelimanya ditangkap di waktu yang berbeda. "Mereka awalnya diamankan oleh petugas bandara. Mendapatkan laporan itu kita bergegas menuju ke sana," katanya, Rabu (25/08/21).

Pria menjelaskan awalnya petugas berhasil mengamankan HA dan LC yang hendak menuju Jakarta menggunakan maskapai Batik Air pukul 16.25. Saat hendak memasuki pesawat keduanya diminta untuk menunjukkan bukti tes PCR. Saat di tunjukkan, petugas justru curiga dengan hasil tes PCR yang tertera di keluarkan oleh RS Eka Hospital.

Setelah menjalani sejumlah pemeriksaan, akhirnya keduanya mengakui bahwa mereka membuat sendiri hasil tes PCR itu. Dimana menurut pengakuan HA, surat hasil tes PCR itu dibuat oleh adiknya yang berada di Desa Sontang, Rokan Hulu.

"ini akan mereka gunakan untuk menuju Jakarta. Keduanya bekerja di Jakarta," katanya.

Tidak lama dari tertangkapnya HA dan LC, petugas kembali mengamankan dua orang warga yang memiliki tujuan perjalanan yang sama yakni Jakarta menggunakan maskapai Citilink. Mereka adalah NA dan AD yang juga menggunakan surat hasil tes PCR palsu berlabel RS Eka Hospital.

Belakangan, kedua pelaku tersebut diketahui merupakan mahasiswa yang tengah mengeyam pendidikan di Turki. Dari keterangan keduanya, surat hasil tes PCR negatif palsu itu dibuat oleh rekannya HV yang tengah berada di Turki.

"Saat ini kita sedang dalami keterlibatan rekan mereka yang berada di Turki," ujarnya.

Terakhir, petugas mengamankan MZ yang hendak melakukan perjalan ke Jakarta menggunakan maskapai Citilink sekitar pukul 18.w5 wib. Ia juga menggunakan surat hasil tes PCR palsu dengan menggunakan nama RS Awal Bros. Dari keterangan MZ,. Surat itu didapat dari seorang wanita berinisial S yang kini masuk dalam DPO petugas.

Kini kelima orang pelaku tersebut tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolresta Pekanbaru. Sementara mereka disangkakan pasal 263 ayat 1 dan 2 dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.*

Penulis: Redaksi

Editor: Suhadi

Sumber: Riauterkini


Tag:Bandara SSK II PekanbaruPolresta Pekanbaru