RIAUPEMBARUAN.COM -Bupati Siak Dr. Afni Z., S.A.P., M.Si., mendorong mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sulthan Syarif Hasyim Siak Sri Indrapura untuk mulai merancang masa depan sejak awal masa perkuliahan.
Pesan tersebut disampaikan Afni saat memberikan kuliah umum bertema “Sinergi Perguruan Tinggi dan Pemerintah dalam Membangun SDM Unggul Berkarakter Islami di Kabupaten Siak” di hadapan ratusan mahasiswa STAI Sulthan Syarif Hasyim.
Dalam paparannya, Afni menekankan pentingnya disiplin, pengalaman di luar ruang akademik serta keberanian mahasiswa menggali potensi yang ada di tengah masyarakat. Menurutnya, proses pendidikan tidak cukup hanya berlangsung di dalam ruang kuliah.
"Kuliah lah yang baik dan disiplin. Tambah pengalaman di luar akademisi dengan menggali potensi di tengah-tengah masyarakat. Awali semester 1, mahasiswa sudah harus memiliki perencanaan masa depan. Simpulkan rencana tersebut di semester 5 untuk didalami lebih lanjut,” pesannya.
Afni juga mendorong mahasiswa mulai memikirkan topik tugas akhir sejak semester awal. Ia menyarankan calon judul skripsi mulai dirumuskan sejak semester 3 dan dikembangkan sesuai minat masing-masing mahasiswa.
Menurutnya, kampus perlu memberikan ruang eksplorasi yang cukup agar potensi mahasiswa dapat berkembang selama menjalani proses akademik.
"Jangan membatasi skripsi mahasiswa harus kaku sesuai jurusannya saja. Potensi mahasiswa itu akan tumbuh secara alami selama mereka menjalani masa akademisi di kampusnya ini,” tambah Afni.
Selain berbicara mengenai pendidikan dan perencanaan masa depan, Afni juga mengajak mahasiswa meneladani sejarah lokal Siak. Ia menyebut perjuangan Sultan Syarif Hasyim dan putranya, Sultan Syarif Kasim II, sebagai bagian dari sejarah daerah yang dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda.
"Jadikan rekam jejak perjuangan Sultan Syarif Hasyim, Sultan ke-11 Kerajaan Siak, serta ayahnya, Sultan Syarif Kasim II, sebagai pemantik semangat untuk terus berkontribusi bagi negeri ini,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Afni juga menyinggung pentingnya riset ilmiah dengan pendekatan ekologi. Pendekatan tersebut, menurutnya, dapat digunakan mahasiswa untuk memahami hubungan timbal balik antara manusia, makhluk hidup lainnya dan lingkungan sosial masyarakat.
Ia menilai pembentukan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter Islami membutuhkan proses panjang. Pendidikan akademik, nilai-nilai keislaman dan pengalaman bermasyarakat perlu berjalan beriringan.
Kuliah umum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan Pemerintah Kabupaten Siak dalam pembangunan sumber daya manusia.
Kegiatan dihadiri Ketua Yayasan Hubbul Wathan Siak??"STAI Sulthan Syarif Hasyim, Jum Harroni, S.Sos., M.E., serta Rektor STAI Sulthan Syarif Hasyim, Dr. M. Hatta, M.Pd., bersama jajaran pimpinan kampus.
Pihak STAI Sulthan Syarif Hasyim menyampaikan saat ini terdapat 707 mahasiswa aktif, termasuk 168 mahasiswa baru angkatan 2026.
Melalui kolaborasi perguruan tinggi dan pemerintah daerah, STAI Sulthan Syarif Hasyim diharapkan dapat terus berkontribusi dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki kemampuan akademik, pengalaman sosial serta karakter Islami untuk pembangunan Kabupaten Siak.*
Penulis: Doli Watari
Editor: Redaksi