crossorigin="anonymous">
Bengkalis -
Bengkalis

ISPU Bengkalis Tembus 286, DLH: Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Redaksi Redaksi
ISPU Bengkalis Tembus 286, DLH: Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

RIAUPEMBARUAN.COM - Kualitas udara di Kabupaten Bengkalis kian memburuk. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada Selasa (29/9/2026) pukul 10.00 WIB mencapai angka 286 atau masuk kategori sangat tidak sehat.

Angka tersebut meningkat dari pemantauan pukul 08.00 WIB yang masih berada di angka 276, dengan PM2.5 sebagai parameter kritis. Kondisi ini membuat kualitas udara Bengkalis semakin mendekati kategori berbahaya yang dimulai pada angka 301.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bengkalis, Marngatin, mengatakan kualitas udara terus mengalami peningkatan sejak Senin sore hingga Selasa pagi.

“Kondisi hari ini pada pukul 10.00 WIB sama-sama bisa kita lihat di layar monitor pemantauan, meningkat menjadi 286. Sejak sore kemarin hingga pagi ini terus mengalami peningkatan dan sudah masuk dalam kategori sangat tidak sehat,” ujar Marngatin.

Ia menjelaskan, parameter kritis PM2.5 merupakan partikel polutan berukuran sangat halus yang dapat masuk jauh ke saluran pernapasan hingga mencapai bagian dalam paru-paru.

Menyikapi kondisi tersebut, DLH mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker apabila terpaksa beraktivitas di luar rumah.

“Karena posisinya sekarang sudah sangat tidak sehat dan parameter kritisnya juga PM2.5, yang merupakan partikel sangat halus dan mudah masuk ke bagian dalam paru-paru, kami tetap mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan,” katanya.

Tak hanya masyarakat umum, kondisi ini juga menjadi perhatian terhadap kegiatan pendidikan, khususnya bagi anak-anak sekolah.

Marngatin menyebutkan, berdasarkan surat edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah serta Menteri Lingkungan Hidup, kondisi pencemaran udara pada kategori sangat tidak sehat menjadi dasar penyesuaian kegiatan pembelajaran, termasuk penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sesuai ketentuan yang berlaku.

“Sesuai dengan surat edaran Mendikdasmen dan Menteri Lingkungan Hidup, kalau kondisi seperti ini dan sudah masuk kategori sangat tidak sehat, untuk anak-anak sekolah sudah harus dilaksanakan pembelajaran jarak jauh,” jelasnya.

DLH Bengkalis memastikan pemantauan kualitas udara terus dilakukan mengingat angka ISPU dapat berubah sewaktu-waktu.

Dengan ISPU mencapai 286, masyarakat diminta tidak mengabaikan kondisi tersebut, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta warga yang sensitif terhadap paparan polusi udara.

Kewaspadaan perlu ditingkatkan seiring memburuknya kualitas udara Bengkalis yang kini hanya terpaut 15 poin dari kategori berbahaya.*

Penulis: Eru Kurniawan

Editor: Redaksi


Tag:ISPUISPU BengkalisJerebuKarhutla