RIAUPEMBARUAN.COM - Kabut asap pekat menyelimuti hampir seluruh wilayah Kabupaten Bengkalis, Selasa (29/9/2026). Meski kondisi udara kian memburuk, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkalis mengaku belum menemukan titik api di wilayah Pulau Bengkalis.
Kabut asap yang diduga merupakan kiriman dari daerah lain tersebut bahkan menyebabkan jarak pandang di sejumlah wilayah menurun drastis. Di Kecamatan Bathin Solapan, jarak pandang pada pagi hari dilaporkan hanya berkisar 100 meter.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Bengkalis, Rony Effriadi, mengatakan berdasarkan pemantauan petugas di lapangan, tidak ditemukan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Bengkalis.
“Kalau dari pantauan petugas-petugas di lapangan, untuk titik api di Pulau Bengkalis tidak ada. Namun, secara visual kondisi udara pagi tadi cukup pekat akibat asap yang terlihat menyelimuti wilayah kita,” ujarnya.
Menyikapi kondisi tersebut, BPBD langsung menginstruksikan seluruh personel di setiap kecamatan untuk meningkatkan pemantauan dan melaporkan perkembangan cuaca serta kualitas udara di wilayah masing-masing.
Laporan dari Kecamatan Bathin Solapan menunjukkan kondisi cukup mengkhawatirkan, dengan jarak pandang hanya sekitar 100 meter.
“Baru masuk laporan dari Bathin Solapan, terpantau jarak pandang kurang lebih 100 meter. Kondisi seperti ini hampir merata di Kabupaten Bengkalis,” jelasnya.
BPBD Bengkalis juga memantau perkembangan kebakaran melalui aplikasi SIPONGI. Berdasarkan hasil pemantauan, titik kebakaran masih terdeteksi di sejumlah wilayah di Riau, yakni Minas, Pangkalan Kerinci dan Siak. Sementara kebakaran yang sebelumnya terjadi di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dilaporkan telah padam.
Dengan tidak ditemukannya titik api di wilayah Bengkalis, BPBD menduga kabut asap yang menyelimuti daerah tersebut berasal dari kebakaran di luar wilayah kabupaten.
“Jadi bisa disimpulkan, asap yang ada sekarang di Bengkalis ini asap kiriman. Tidak ada dari wilayah kita titik api atau kebakaran,” tegas Rony.
Kondisi kabut asap tersebut juga sejalan dengan memburuknya kualitas udara Bengkalis. Berdasarkan pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) pada Selasa pukul 10.00 WIB, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 286 atau masuk kategori sangat tidak sehat, dengan PM2.5 sebagai parameter kritis.
Angka tersebut hanya terpaut 15 poin dari kategori berbahaya yang dimulai pada ISPU 301.
Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar rumah. Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan, terutama bagi anak-anak, lanjut usia, serta kelompok rentan terhadap paparan polusi udara.
Di tengah kondisi kabut asap yang semakin pekat, pemantauan terhadap kualitas udara dan potensi kebakaran di sejumlah wilayah Riau terus menjadi perhatian guna mengantisipasi dampak yang lebih luas terhadap kesehatan masyarakat.*
Penulis: Eru Kurniawan
Editor: Redaksi