crossorigin="anonymous">
Nasional

PHR Bongkar Tantangan Besar di Balik Lapangan Migas Tua Rokan

Redaksi Redaksi
PHR Bongkar Tantangan Besar di Balik Lapangan Migas Tua Rokan
Istimewa/Dok

RIAUPEMBARUAN.COM -Mengelola salah satu wilayah kerja minyak dan gas bumi tertua sekaligus terbesar di Indonesia bukan perkara mudah. Memasuki usia lebih dari 70 tahun, Wilayah Kerja (WK) Rokan menghadapi tantangan klasik industri migas global, yakni natural decline atau penurunan produksi secara alamiah.

Namun demikian, upaya operasional yang masif, penerapan teknologi tepat guna, serta keandalan sumber daya manusia membuat PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mampu menahan laju penurunan tersebut. Hasilnya, tingkat produksi minyak tetap terjaga stabil guna menopang ketahanan energi nasional.

General Manager Zona Rokan, Andre Wijanarko, mengatakan tanpa intervensi pengeboran secara agresif, produksi di Blok Rokan berpotensi mengalami penurunan signifikan.

“Lapangan mature seperti Rokan memiliki laju penurunan alamiah yang sangat agresif, bisa mencapai 11 persen hingga belasan persen per tahun. Ibarat berlari di atas eskalator yang bergerak turun cepat. Jika kita diam, kita akan terseret ke bawah. Karena itu, pengeboran ratusan sumur baru setiap tahun menjadi cara kami untuk menjaga produksi tetap di kisaran 150.000 hingga 160.000 barel minyak per hari (BOPD),” ujarnya.

Ia menambahkan, target pengeboran 400 hingga 500 sumur setiap tahun merupakan fondasi teknis penting untuk menutup penurunan baseline produksi yang terus terjadi.

Dalam menjalankan operasi berskala besar tersebut, PHR juga terus berkoordinasi dengan pemerintah melalui SKK Migas guna memastikan setiap program kerja berjalan optimal dan sesuai prinsip kehati-hatian.

“Setiap barel yang berhasil dipertahankan dari natural decline merupakan bentuk komitmen kami kepada negara. Dengan skema gross split, seluruh risiko operasional kami tanggung secara mandiri. Karena itu, efisiensi dan optimalisasi teknologi menjadi kunci agar setiap aktivitas pengeboran memberikan dampak yang terukur,” jelasnya.

Di tengah intensitas operasi yang tinggi, PHR juga tetap berkomitmen memberdayakan pengusaha lokal di Provinsi Riau. Revitalisasi aset dan pengeboran masif dilakukan seiring dengan pembinaan mitra kerja daerah.

“Kami mewajibkan pemenuhan standar keselamatan tanpa pengecualian. Operasi yang masif harus berjalan selamat,” tegas Andre.*

Penulis: Redaksi

Editor: Rezi AP


Tag:PT PHRPertamina Hulu Rokan