RIAUPEMBARUAN.COM -PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) II Dumai menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas bahan bakar minyak (BBM) yang diproduksi.
Sebagai salah satu garda terdepan energi di wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) sekaligus penyumbang sekitar 16,5 persen kebutuhan BBM nasional, seluruh produk yang dihasilkan dipastikan telah memenuhi standar mutu yang berlaku.
Setiap produk, mulai dari Pertalite, Solar hingga Marine Fuel Oil (MFO), telah melalui rangkaian pengawasan dan pengujian kualitas (quality control) yang ketat di laboratorium Kilang Dumai sebelum didistribusikan kepada masyarakat melalui Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut.
Area Manager Communication, Relation, & CSR RU II Dumai, Tengku Muhammad Rum, menjelaskan bahwa proses pengolahan minyak mentah di kilang selalu diawali dengan pengujian spesifikasi bahan baku agar sesuai dengan desain pengolahan hingga menghasilkan produk akhir sesuai standar pemerintah dan kebutuhan pasar.
“Kami memastikan setiap produk yang dihasilkan telah memenuhi regulasi pemerintah serta standar mutu internasional. Ini merupakan komitmen kami untuk menjaga kualitas sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan energi,” ujar Rum.
Laboratorium Kilang Pertamina Dumai sendiri telah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) sejak 2002 dengan nomor LP-1616-IDN. Seluruh peralatan pengujian juga telah dikalibrasi menggunakan metode standar internasional seperti ASTM, IP, UOP, SMAC, dan APHA, serta didukung oleh tenaga profesional yang kompeten.
Sebelum didistribusikan, produk BBM terlebih dahulu ditampung di tangki penyimpanan, kemudian diuji di laboratorium untuk memastikan kesesuaian dengan spesifikasi yang ditetapkan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas).
Untuk BBM jenis Pertalite, terdapat 16 parameter pengujian, di antaranya Research Octane Number (RON), Reid Vapor Pressure (RVP), distilasi, hingga kandungan sulfur. Sementara itu, Solar diuji melalui 19 parameter, termasuk Cetane Index, flash point, distilasi, dan kadar sulfur.
Adapun untuk bahan bakar khusus seperti Avtur, pengujian dilakukan terhadap lebih dari 12 parameter utama, seperti freezing point, flash point, distilasi, dan densitas sesuai standar Dirjen Migas.
Keandalan laboratorium ini juga dibuktikan melalui berbagai penghargaan. Terbaru, Kilang Pertamina Dumai berhasil meraih empat penghargaan dalam ajang Laboratory Awards 2025 sebagai bentuk pengakuan atas konsistensi dalam menjaga mutu dan akurasi pengujian.
Melalui penguatan fungsi quality control serta inovasi berkelanjutan, Kilang Pertamina Dumai berkomitmen menghadirkan produk energi yang berkualitas tinggi, aman, dan ramah lingkungan, sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.*
Penulis: Redaksi
Editor: Rezi AP