crossorigin="anonymous">
Maritim

Dumai di Selat Malaka, Pertaruhan Indonesia Menjadi Hub Logistik Asia

Redaksi Redaksi
Dumai di Selat Malaka, Pertaruhan Indonesia Menjadi Hub Logistik Asia

RIAUPEMBARUAN.COM -Indonesia dinilai memiliki peluang besar memperkuat posisi dalam perdagangan maritim global melalui pengembangan Dumai Transshipment Hub yang digagas PT Pelabuhan Indonesia (Persero) bersama Kementerian PPN/Bappenas.

Selama puluhan tahun, Indonesia disebut hidup dalam paradoks maritim. Meski berada di jalur strategis Selat Malaka yang menjadi salah satu lintasan pelayaran tersibuk dunia, keuntungan ekonomi logistik kawasan justru lebih banyak dinikmati Port of Singapore, Port Klang, dan Tanjung Pelepas Port.

Pengembangan Dumai dinilai bukan sekadar proyek pembangunan pelabuhan baru, melainkan langkah strategis untuk menjadikan Indonesia sebagai bagian penting dalam rantai pasok global. Jika berhasil, Dumai berpotensi berubah dari pelabuhan tujuan akhir menjadi pusat transshipment regional di Asia Tenggara.

Pengalaman kegagalan transformasi Pelabuhan Kuala Tanjung menjadi pelabuhan hub internasional disebut sebagai pelajaran penting. Infrastruktur megah dinilai tidak cukup tanpa dukungan jaringan logistik, konektivitas industri, dan kepastian pasar.

Dalam industri pelayaran modern, perusahaan logistik global lebih mempertimbangkan efisiensi biaya dan waktu dibanding sekadar kapasitas pelabuhan. Karena itu, daya saing pelabuhan ditentukan oleh efisiensi operasional, konektivitas jaringan, serta integrasi rantai pasok.

Dumai dinilai memiliki sejumlah keunggulan strategis, terutama keberadaan captive cargo ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan hinterland industri sawit yang kuat. Selain itu, posisi Dumai yang dekat dengan jalur utama Selat Malaka dinilai memberikan keuntungan dari sisi efisiensi pelayaran internasional.

Pelindo juga menyiapkan konsep smart and green port melalui digitalisasi layanan, otomasi bongkar muat, integrasi sistem kepabeanan, serta percepatan dwelling time untuk meningkatkan daya saing logistik.

Meski demikian, keberhasilan Dumai tetap bergantung pada kemampuan menarik komitmen perusahaan pelayaran global seperti Maersk, MSC Mediterranean Shipping Company, CMA CGM, dan Evergreen Marine agar menjadikan Dumai bagian dari jaringan pelayaran internasional.

Selain aspek ekonomi, pengembangan Dumai juga memiliki dimensi geopolitik. Selama ini, sebagian besar nilai tambah jasa logistik Asia Tenggara masih terpusat di Singapura. Kehadiran Dumai diharapkan mampu merebut sebagian nilai tambah tersebut dan memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan laut regional.

Namun, pengembangan Dumai dinilai harus dilakukan secara realistis dengan fokus menangkap limpahan arus logistik akibat kepadatan pelabuhan utama di Selat Malaka, bukan langsung menantang dominasi Singapura.

Jika berhasil, Dumai berpotensi menjadi simpul baru perdagangan maritim Asia sekaligus membuktikan Indonesia mampu membangun ekosistem logistik modern yang terintegrasi dengan jaringan perdagangan global.*

Arief Poyuono, Komisaris PT Pelindo
Baca artikel detiknews, "Selat Malaka, Dumai, dan Pertaruhan Indonesia Keluar dari Kutukan 'End Destination Port'" selengkapnya https://news.detik.com/kolom/d-8494778/selat-malaka-dumai-dan-pertaruhan-indonesia-keluar-dari-kutukan-end-destination-port.
Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

Penulis: Redaksi

Editor: Rezi AP

Sumber: Detikcom


Tag:Dumai Transshipment HubEnd Destination PortLogistik AsiaPT PelindoPelindo DumaiTransshipment Hub