RIAUPEMBARUAN.COM -Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) terus memperkuat penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang masih ditemukan di sejumlah wilayah.
Berdasarkan Rekapitulasi Laporan Sindrom PMK Provinsi Riau periode 1 Januari hingga 12 Mei 2026, tercatat sebanyak 758 kasus PMK pada hewan ternak di berbagai kabupaten/kota.
Dari total kasus tersebut, sebanyak 532 ekor ternak dinyatakan sembuh, sementara 226 ekor lainnya masih menjalani penanganan dan pemantauan intensif oleh petugas kesehatan hewan.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau, Mimi Yuliani, mengatakan pemerintah daerah terus melakukan pengawasan, pengobatan, serta edukasi kepada peternak guna menekan penyebaran PMK.
“Alhamdulillah, sebagian besar ternak yang terpapar sudah berhasil sembuh. Saat ini petugas terus melakukan penanganan terhadap ternak yang masih sakit agar kondisinya segera pulih,” kata Mimi, Jumat (15/5/2026).
Ia menjelaskan, Kabupaten Indragiri Hulu masih menjadi daerah dengan jumlah kasus PMK tertinggi di Riau. Sebanyak 368 ekor ternak dilaporkan terpapar PMK yang tersebar di empat kecamatan dan 12 desa.
“Dari total kasus di Indragiri Hulu, sebanyak 196 ekor ternak sudah sembuh. Sisanya masih dalam penanganan petugas bersama pemerintah daerah setempat,” ujarnya.
Sementara itu, Kabupaten Rokan Hulu menunjukkan perkembangan positif. Dari 155 kasus PMK yang sempat ditemukan, sebanyak 153 ekor ternak telah sembuh dan hanya menyisakan dua kasus aktif.
“Ini menunjukkan penanganan yang dilakukan berjalan efektif dan peternak juga semakin aktif melaporkan kondisi ternaknya,” jelas Mimi.
Di Kabupaten Kampar, pemerintah daerah bersama petugas kesehatan hewan masih terus melakukan pemantauan terhadap ternak yang terpapar PMK.
“Kampar masih memiliki sejumlah kasus aktif, sehingga pengawasan dan pendampingan kepada peternak terus ditingkatkan,” katanya.
Kabar baik datang dari Kabupaten Siak. Seluruh 118 ekor ternak yang sebelumnya terpapar PMK kini telah dinyatakan sembuh total. Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir dan Kota Dumai yang saat ini sudah tidak memiliki kasus aktif PMK.
“Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa penanganan yang dilakukan bersama pemerintah kabupaten/kota, petugas lapangan, dan peternak memberikan hasil positif,” ungkapnya.
Sementara itu, Kabupaten Kepulauan Meranti masih mencatat 11 kasus aktif yang saat ini terus ditangani oleh tim kesehatan hewan.
Pemprov Riau mengimbau para peternak untuk menjaga kebersihan kandang, membatasi lalu lintas ternak, serta segera melapor kepada petugas jika menemukan gejala PMK pada hewan ternak.
“Kami memastikan pengawasan dan langkah penanganan akan terus diperkuat guna menjaga kesehatan ternak serta mendukung stabilitas sektor peternakan di Riau,” tutupnya.
Penulis: Redaksi
Editor: Rezi AP