RIAUPEMBARUAN.COM -PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Dumai terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan dampak sosial berkelanjutan bagi masyarakat pesisir di Kota Dumai. Salah satunya melalui penyediaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) bagi Kelompok Wanita Mundam Berseri guna memperkuat layanan Posyandu di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai.
PLTS hybrid off grid berkapasitas 4,4 kiloWatt peak (kWp) yang dilengkapi baterai 10 kWh tersebut telah terpasang sejak Juli 2025 di Posko Gizi Pesisir Kelurahan Mundam. Infrastruktur berbasis energi surya ini dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan listrik kebun hidroponik yang dikelola secara mandiri oleh Kelompok Wanita Mundam Berseri.
Hasil panen hidroponik selanjutnya dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan gizi masyarakat serta dijual guna menopang operasional Posyandu Mundam Berseri.
Area Manager Communication, Relations, & CSR PT Pertamina Patra Niaga RU Dumai, Tengku Muhammad Rum, mengatakan penyediaan PLTS tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mengoptimalkan Program Posko Gizi Pesisir yang berada di bawah payung Program Serumpun Paman Bahri.
“Penyediaan PLTS ini menjadi bagian dari upaya Kilang Dumai dalam mendorong peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak, melalui pendekatan pemberdayaan komunitas yang terintegrasi dengan pemanfaatan energi bersih dan berkelanjutan,” ujar Muhammad Rum.
Menurutnya, program tersebut terinspirasi dari keberhasilan Posyandu Sehati di Kelurahan Tanjung Palas yang sebelumnya telah menunjukkan dampak positif melalui pemberdayaan masyarakat berbasis pemanfaatan sumber daya lokal.
Posyandu Sehati juga telah didukung PLTS hybrid off grid berkapasitas 2,4 kWp yang diklaim mampu berkontribusi dalam pengurangan emisi karbon hingga 3.120 ton CO2 per tahun.
Selain PLTS, Kilang Dumai juga memberikan dukungan berupa instalasi kebun hidroponik kepada Kelompok Wanita Mundam Berseri pada akhir 2024. Kebun hidroponik tersebut terdiri dari dua instalasi dengan total 300 lubang tanam yang membudidayakan berbagai jenis sayuran seperti pakcoy dan selada.
Pemanfaatan PLTS dinilai mampu membuat aktivitas budidaya sayuran berjalan lebih optimal, efisien, dan ramah lingkungan, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi konvensional.
Muhammad Rum menambahkan, pemasangan PLTS tersebut juga merupakan bagian dari implementasi Program Desa Energi Berdikari (DEB) Tahun 2025 yang diinisiasi PT Pertamina (Persero).
“Dengan adanya fasilitas PLTS, Kelompok Wanita Mundam Berseri kini dapat menghemat biaya listrik hingga sekitar Rp250 ribu per bulan,” jelasnya.
PLTS yang dimanfaatkan Kelompok Mundam Berseri ini merupakan PLTS keempat yang dipasang Kilang Dumai melalui sinergi bersama Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE). Sebelumnya, tiga PLTS lain telah terpasang, dua di Kelurahan Tanjung Palas dan satu di Kelurahan Mundam untuk Kelompok Mundam Jaya.
Sementara itu, local hero Kelompok Wanita Mundam Berseri, Fiola Oktaviani, mengaku keberadaan PLTS sangat membantu kelompoknya dalam menjalankan budidaya hidroponik untuk mendukung upaya pengentasan stunting di wilayah pesisir.
“Adanya PLTS ini sangat membantu kami menekan biaya listrik untuk kegiatan budidaya hidroponik. Dengan biaya operasional yang lebih efisien, kami bisa lebih fokus menjaga kualitas sayur yang hasil penjualannya untuk mendukung operasional posyandu,” ujarnya.
Ia juga menyebut kelompoknya kini mulai memahami penggunaan energi ramah lingkungan dan mampu mengoperasikan PLTS secara mandiri.
Komitmen Kilang Dumai dalam pemberdayaan masyarakat pesisir turut mendapat apresiasi dari Lurah Mundam, Adi Aprianto. Ia menilai kehadiran PLTS tidak hanya mendukung efisiensi energi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
Melalui program ini, Kilang Dumai berharap keberadaan PLTS dan kebun hidroponik Posyandu Mundam Berseri dapat memperkuat upaya pencegahan stunting sekaligus mendorong kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan secara berkelanjutan.
Inisiatif tersebut juga menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mengenalkan pemanfaatan energi terbarukan yang ramah lingkungan serta mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060.*
Penulis: Redaksi
Editor: Rezi AP