crossorigin="anonymous">
Budaya

Pertamina Hulu Rokan Perkuat Sistem Keamanan dan Tanggap Darurat di Terminal Dumai

Redaksi Redaksi
Pertamina Hulu Rokan Perkuat Sistem Keamanan dan Tanggap Darurat di Terminal Dumai

Latihan Gabungan Keadaan Darurat PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Dumai Terminal 2025.

RIAUPEMBARUAN.COM -Detik-detik mencekam mengusik ketenangan pagi di Pelabuhan 3 PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Dumai Terminal, Jumat (7/11/2025). Gangguan siber di Marine Office Dumai, penampakan pesawat tanpa awak mencurigakan di area loading arm, hingga ledakan besar yang memicu kebakaran semua terjadi hanya dalam hitungan menit.

Namun, semua kepanikan itu bukanlah bencana nyata. Peristiwa tersebut merupakan bagian dari Simulasi Latihan Gabungan Keadaan Darurat PHR Dumai Terminal 2025, sebuah uji kesiapan menyeluruh terhadap sistem tanggap darurat dan ketahanan fasilitas operasi vital PHR menghadapi ancaman multi-dimensi.

Latihan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan sistem tanggap darurat (SERT) dan memvalidasi koordinasi lintas instansi, sesuai amanat PP No. 31 Tahun 2021 Pasal 212.2.a tentang ISPS Code dan Permenhub No. 58 Tahun 2013 Pasal 19.2 tentang Penanggulangan Tumpahan Minyak.

Sesaat setelah “ledakan”, sistem tanggap darurat internal PHR aktif secara cepat dan terstruktur. Mooring Master bertindak sebagai On Scene Commander (OSC) pertama, menginstruksikan emergency stop loading dan evakuasi korban.

Tim SERT Dumai, yang terdiri dari Fire Emergency Response Team (FERT), Medical Task Force, Source Control, dan Security, segera berkumpul di Command Center untuk menjalankan protokol darurat.

Dalam waktu singkat, Port Facility Security Officer (PFSO) menaikkan status keamanan pelabuhan dari Level 1 ke Level 3??"tingkat tertinggi dalam standar keamanan internasional ISPS Code. Peningkatan ini diikuti dengan penggantian papan tanda, penambahan personel, dan penutupan akses area pelabuhan.

Kesiapsiagaan PHR tidak berdiri sendiri. Dalam skenario ini, Koordinator Port Security Committee (PSC) segera berkoordinasi dengan Kapolres Dumai. Tak lama kemudian, Tim Polairud, KSKP, dan PAMOBVIT bergerak serentak dari laut dan darat.

Melalui pengejaran dramatis terhadap kapal mencurigakan Transko Lumba-Lumba dan aksi pelarian darat, aparat gabungan berhasil melumpuhkan tiga orang tersangka teroris di sekitar area Pelabuhan 3.

Keberhasilan ini menjadi bukti kuat soliditas koordinasi antara PHR dan aparat keamanan negara dalam menjaga keamanan objek vital nasional.

Setelah kebakaran berhasil dipadamkan oleh tim FERT dan LCT menggunakan fire pump dari Pelabuhan 3 dan 2, skenario berlanjut dengan kebocoran pipa dan tumpahan minyak mentah sekitar 1 barel di antara Pelabuhan 2 dan 3.

Oil Spill Task Leader (OSTL) segera menggerakkan Marine Environmental Protection (MEP) untuk melakukan tindakan combating. Dalam waktu singkat, tumpahan berhasil ditanggulangi dan sekitar 2 barel fluida campuran minyak berhasil dipulihkan.

Tak berhenti di situ, simulasi diperkuat dengan krisis sosial berupa aksi protes masyarakat yang mengaku nelayan terdampak tumpahan minyak. Tim humas PHR sebagai Public Information Officer (PIO) bersama PFSO bergerak cepat melakukan mediasi hingga situasi kondusif kembali tercapai.

Setelah seluruh ancaman dapat diatasi api padam, korban tertangani, pelaku tertangkap, tumpahan dibersihkan, dan protes mereda PSC menyatakan kondisi kembali normal. Security Level diturunkan ke Level 1 dan OSC resmi menonaktifkan sistem tanggap darurat SERT Dumai.

" Saya sangat mengapresiasi latihan penanggulangan keadaan darurat yang telah kita lakukan hari ini. Semua peran telah menunjukkan kesiapsiagaan luar biasa dalam menghadapi tantangan tak terduga,” ujar Manager Hydrocarbon Transportation Operation & Maintenance PHR, Achmad Ubaydillah.

Melalui Latihan Gabungan PHR Dumai Terminal 2025, PHR menunjukkan kesiapan tingkat tinggi dalam menghadapi ancaman multi-aspek: mulai dari serangan siber dan teror, hingga penanganan kebakaran, tumpahan minyak, dan krisis sosial.

PHR menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kemampuan, kecepatan, dan prosedur tanggap darurat sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan, keselamatan, dan keberlanjutan operasi terminal Dumai sebagai objek vital nasional.

Penulis: Redaksi

Editor: Rezi AP

Sumber: PHR


Tag:ISPS CodePHR Dumai TerminalPT PHEPertamina Hulu Rokan