RIAUPEMBARUAN.COM -Neraca perdagangan Provinsi Riau mencatat surplus sebesar US$12,37 miliar sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Capaian tersebut ditopang surplus perdagangan sektor nonmigas dan migas.
Statistisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik (BPS) Riau, Fitri Hariyanti, mengatakan surplus terbesar berasal dari sektor nonmigas yang mencapai US$12,05 miliar. Sementara sektor migas mencatat surplus US$322,46 juta.
“Neraca perdagangan Riau Januari - Agustus 2026 mengalami surplus US$12,37 miliar yang dipicu oleh surplus pada sektor nonmigas US$12,05 miliar dan sektor migas US$322,46 juta,” kata Fitri, Kamis (1/10/2026).
Kinerja tersebut sejalan dengan nilai ekspor Riau yang mencapai US$14,62 miliar selama delapan bulan pertama 2026. Angka ini meningkat 2,33 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Ekspor nonmigas menjadi kontributor utama dengan nilai US$14,19 miliar, tumbuh 5,72 persen dibandingkan Januari??"Agustus 2025.
Di sisi lain, nilai impor Riau tercatat US$2,24 miliar atau meningkat 103,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meski mengalami kenaikan signifikan, nilai impor masih jauh lebih rendah dibandingkan ekspor.
“Dari sisi impor, sektor nonmigas menyumbang US$2,14 miliar atau meningkat 108,56 persen. Sedangkan impor migas mencapai US$101,82 juta atau naik 30,75 persen,” jelasnya.
Pada Agustus 2026, neraca perdagangan Riau kembali mencatat surplus sebesar US$2,05 miliar. Angka tersebut terdiri atas surplus sektor nonmigas US$2,01 miliar dan sektor migas US$40,89 juta.
Nilai ekspor Riau pada Agustus mencapai US$2,22 miliar, meningkat 5,57 persen dibandingkan Agustus 2025.
Ekspor nonmigas menyumbang US$2,17 miliar atau tumbuh 10,09 persen. Sementara ekspor migas tercatat US$49,52 juta, mengalami penurunan 62,26 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan komoditas, dari sepuluh kelompok dengan nilai ekspor nonmigas terbesar sepanjang Januari??"Agustus 2026, kenaikan tertinggi terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati yang meningkat US$498,15 juta atau 6,37 persen.
Sebaliknya, komoditas bubur kayu atau pulp mengalami penurunan terbesar, yakni US$158,42 juta atau 12,24 persen.
Dari sisi negara tujuan, Tiongkok menjadi pasar ekspor nonmigas terbesar Riau dengan nilai US$2,66 miliar. Disusul India sebesar US$1,26 miliar dan Malaysia US$1,10 miliar.
Ketiga negara tersebut menyumbang 35,42 persen terhadap total ekspor nonmigas Riau.
Sementara itu, ekspor nonmigas Riau ke kawasan ASEAN mencapai US$2,51 miliar dan ke Uni Eropa sebesar US$1,58 miliar.
Pada sektor impor, kenaikan terbesar berdasarkan komoditas terjadi pada kelompok kapal terbang dan bagiannya yang meningkat US$773,81 juta atau 11.003,81 persen.
Berdasarkan penggunaan barang, impor barang modal sepanjang Januari??"Agustus 2026 melonjak 1.102,21 persen menjadi US$960,01 juta.
“Demikian juga dengan bahan baku/penolong naik 25,15 persen menjadi US$1,28 miliar dan barang konsumsi naik 30,85 persen menjadi US$5,53 juta,” ujar Fitri.
Dengan nilai ekspor US$14,62 miliar dan impor US$2,24 miliar, neraca perdagangan Riau sepanjang Januari - Agustus 2026 mencatat surplus sebesar US$12,37 miliar.*
Penulis: Redaksi
Editor: Rezi AP