crossorigin="anonymous">
Budaya

Branding Riau Lewat Digitalisasi, Wamen Komdigi Soroti Potensi UMKM dan Pariwisata

Redaksi Redaksi
Branding Riau Lewat Digitalisasi, Wamen Komdigi Soroti Potensi UMKM dan Pariwisata

RIAUPEMBARUAN.COM -Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Nezar Patria, menegaskan bahwa digitalisasi menjadi kunci dalam membangun identitas daerah sekaligus memperkuat daya saing ekonomi Riau.

Menurutnya, pembangunan di era modern tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada kemampuan membangun citra (branding) daerah yang kuat melalui teknologi digital.

Pernyataan tersebut disampaikan Nezar saat menghadiri pelantikan Pengurus Daerah KAGAMA Riau di Pekanbaru, Sabtu (18/7/2026), dalam diskusi bertema "Branding Riau: Membangun Identitas Negeri Melayu Sebagai Pusat Investasi dan Pariwisata Sumatera dengan Digitalisasi."

"Hari ini kita juga menggelar diskusi yang sangat krusial mengenai Branding Riau. Provinsi Riau memiliki daya tarik luar biasa karena merupakan pusat peradaban Melayu," ujar Nezar.

Ia menjelaskan, identitas budaya Melayu merupakan modal strategis yang membedakan Riau dari daerah lain. Nilai-nilai sejarah tersebut perlu terus dijaga dan diangkat sebagai fondasi pembangunan sekaligus daya tarik investasi serta pariwisata.

Nezar mengingatkan bahwa Bahasa Indonesia berakar dari Bahasa Melayu. Karena itu, kejayaan budaya Melayu bukan sekadar warisan sejarah, melainkan aset penting yang mampu memperkuat posisi Riau di tingkat nasional maupun internasional.

"Kita harus ingat bahwa Bahasa Indonesia yang kita gunakan hari ini akarnya adalah Bahasa Melayu. Kejayaan historis ini harus terus kita pertahankan sebagai modal dasar pembangunan Riau ke depan," katanya.

Menurut Nezar, transformasi digital juga membuka peluang besar bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar. Produk unggulan Riau, mulai dari olahan sawit, kelapa hingga kerajinan daerah, kini dapat dipasarkan secara lebih luas melalui berbagai platform digital.

Ia mencontohkan keberhasilan Pisang Goreng Kipas Kuantan yang kini menjadi salah satu kuliner khas Riau yang populer di Jakarta setelah dipasarkan dalam bentuk produk beku (frozen).

"Produk-produk olahan sawit, kelapa maupun kerajinan daerah kini bisa dipasarkan secara luas melalui platform online. Di Jakarta saat ini sedang tren Pisang Goreng Kipas Kuantan yang dikemas secara frozen dan peminatnya sangat tinggi," ujarnya.

Menurut Nezar, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa potensi lokal dapat berkembang menjadi produk bernilai ekonomi tinggi apabila didukung strategi branding yang tepat serta pemanfaatan teknologi digital.

Ia pun mendorong pelaku UMKM di Riau agar semakin adaptif memanfaatkan platform digital sebagai sarana promosi, pemasaran, dan perluasan pasar.

"Pesanan melalui platform digital meningkat tajam. Ini contoh nyata bahwa potensi lokal yang dipadukan dengan branding dan digitalisasi mampu menghasilkan dampak ekonomi yang besar," pungkasnya.

Deskripsi SEO: Wamen Komdigi Nezar Patria menyebut digitalisasi menjadi kunci membangun branding Riau sebagai pusat investasi dan pariwisata berbasis budaya Melayu serta memperkuat daya saing UMKM di era ekonomi digital.*

Penulis: Redaksi

Editor: Hendri Kuswoyo


Tag:Berita RiauBranding RiauUMKM dan PariwisataWamen Komdigi