crossorigin="anonymous">
Ekonomi

Surplus Perdagangan Riau Tembus US$14,46 Miliar, Ekspor Nonmigas Mendominasi

Redaksi Redaksi
Surplus Perdagangan Riau Tembus US$14,46 Miliar, Ekspor Nonmigas Mendominasi
Net/Ilustrasi

RIAUPEMBARUAN.COM - Neraca perdagangan Provinsi Riau mencatatkan surplus sebesar US$14,46 miliar sepanjang Januari hingga September 2026. Capaian tersebut ditopang kinerja ekspor yang mencapai US$16,92 miliar, dengan sektor nonmigas menjadi penyumbang terbesar.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Asep Riyadi, Jumat (6/11/2026), mengatakan surplus perdagangan tersebut terdiri atas surplus sektor nonmigas sebesar US$14,13 miliar dan sektor migas US$332,62 juta.

Menurutnya, nilai ekspor Riau selama sembilan bulan pertama 2026 meningkat 6,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara ekspor nonmigas mencapai US$16,47 miliar atau tumbuh 10,58 persen.

"Nilai ekspor Riau Januari-September 2026 mencapai US$16,92 miliar atau naik 6,61 persen dibanding periode yang sama tahun 2025. Sejalan dengan total ekspor, nilai ekspor nonmigas yang mencapai US$16,47 miliar juga naik 10,58 persen," kata Asep.

Kinerja positif tersebut juga terlihat pada September 2026. Nilai ekspor Riau mencapai US$2,30 miliar atau meningkat 45,21 persen dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan terutama didorong ekspor nonmigas yang mencapai US$2,28 miliar atau tumbuh 54,85 persen secara tahunan. Sebaliknya, ekspor migas hanya tercatat US$19,57 juta atau turun 82,42 persen.

Dari sisi komoditas, lemak dan minyak hewan/nabati menjadi salah satu penopang utama ekspor nonmigas Riau. Komoditas ini mencatat peningkatan nilai ekspor terbesar di antara sepuluh komoditas nonmigas utama, yakni US$1,22 miliar atau tumbuh 14,21 persen.

Sebaliknya, komoditas bubur kayu atau pulp mengalami penurunan nilai ekspor terbesar, yakni US$146,14 juta atau turun 10,07 persen.

Dari sisi negara tujuan, Tiongkok menjadi pasar ekspor nonmigas terbesar Riau dengan nilai US$3,08 miliar. Berikutnya India sebesar US$1,58 miliar dan Malaysia US$1,22 miliar.

"Ekspor nonmigas Januari-September 2026 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$3,08 miliar, disusul India US$1,58 miliar, dan Malaysia US$1,22 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 35,71 persen," jelas Asep.

Selain ketiga negara tersebut, ekspor nonmigas Riau ke kawasan ASEAN mencapai US$2,86 miliar. Sementara ekspor ke Uni Eropa yang terdiri atas 27 negara tercatat US$1,85 miliar.

Berdasarkan sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan mengalami peningkatan 11,13 persen dibandingkan Januari-September 2025. Namun, ekspor hasil pertanian justru mengalami penurunan sebesar 17,53 persen.

Di tengah peningkatan ekspor, nilai impor Riau juga mengalami lonjakan. Sepanjang Januari-September 2026, impor tercatat US$2,46 miliar atau meningkat 98,46 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan tersebut terutama terjadi pada impor nonmigas yang mencapai US$2,35 miliar atau naik 104,39 persen. Sementara impor migas tercatat US$111,23 juta atau meningkat 23,12 persen.

"Salah satu komoditas yang mengalami lonjakan impor terbesar adalah kapal terbang dan bagiannya, dengan peningkatan nilai sebesar US$773,36 juta atau 10.339,14 persen," urainya.

Berdasarkan negara asal, Prancis menjadi pemasok impor nonmigas terbesar ke Riau dengan nilai US$788,38 juta atau berkontribusi 33,60 persen. Selanjutnya Tiongkok sebesar US$293,96 juta atau 12,53 persen dan Vietnam US$228,60 juta atau 9,74 persen.

Peningkatan impor juga terjadi pada kelompok barang modal yang mencapai US$997,39 juta atau melonjak 960,36 persen. Sementara impor bahan baku dan penolong tercatat US$1,45 miliar atau naik 27,60 persen. Adapun impor barang konsumsi mencapai US$6,90 juta atau meningkat 28,31 persen.

Khusus September 2026, neraca perdagangan Riau kembali mencatatkan surplus sebesar US$2,09 miliar. Angka tersebut berasal dari surplus perdagangan nonmigas US$2,08 miliar dan migas US$10,16 juta.

Dengan nilai ekspor yang masih jauh melampaui impor, perdagangan luar negeri Riau sepanjang Januari-September 2026 tetap berada dalam posisi surplus. Komoditas lemak dan minyak hewan/nabati serta kinerja industri pengolahan menjadi bagian penting dalam menopang capaian perdagangan tersebut.*

Penulis: Redaksi

Editor: Rezi AP


Tag:Berita RiauEkspor RiauPerdagangan Riau