RIAUPEMBARUAN.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi hujan disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Riau pada Senin (26/10/2026). Masyarakat pesisir juga diminta mewaspadai gelombang laut yang berpotensi mencapai 2,5 meter di sejumlah perairan.
Forecaster BMKG Pekanbaru, Putri Santy S, mengatakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian besar wilayah Riau pada sore hingga malam dan berpotensi berlanjut sampai dini hari.
"BMKG mengeluarkan peringatan dini hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sebagian wilayah Kabupaten Siak, Pelalawan, Kampar, Bengkalis, Kuantan Singingi, serta Kota Pekanbaru. Kondisi tersebut berpotensi terjadi pada sore hingga malam dan berlanjut sampai dini hari," ujarnya.
Pada siang hari, hujan ringan diprakirakan mengguyur sebagian wilayah Siak, Pelalawan, dan Kuantan Singingi.
Memasuki sore hingga malam, potensi hujan meluas ke sebagian besar wilayah Riau dengan intensitas ringan hingga sedang. Hujan juga berpeluang berlanjut hingga dini hari, terutama di wilayah Siak, Kampar, Bengkalis, Rokan Hilir, Kepulauan Meranti, Kota Dumai, dan Kota Pekanbaru.
BMKG memperkirakan suhu udara di Riau berkisar 23 - 33 derajat Celsius dengan kelembapan udara 55 - 100 persen. Angin bertiup dari arah selatan hingga timur dengan kecepatan 10 - 30 kilometer per jam.
Selain potensi hujan dan angin kencang, BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kondisi perairan Riau.
Secara umum, tinggi gelombang laut diprakirakan berkisar 0,5 - 1,25 meter atau kategori rendah. Namun, gelombang setinggi 2,5 meter berpotensi terjadi di Perairan Rokan Hilir, Perairan Dumai - Bengkalis, serta Perairan Kepulauan Meranti - Pelalawan.
Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat pesisir, nelayan, dan pengguna transportasi laut, terutama yang beraktivitas di wilayah perairan dengan potensi gelombang lebih tinggi.
Sementara itu, berdasarkan pembaruan data hingga pukul 23.59 WIB, tidak ada titik panas atau hotspot yang terdeteksi di Provinsi Riau.
Di wilayah Sumatera, total titik panas tercatat sebanyak 441 titik. Sebaran terbanyak berada di Sumatera Selatan dengan 336 titik, disusul Bangka Belitung sebanyak 65 titik, Lampung 31 titik, dan Jambi sembilan titik.
Putri mengingatkan masyarakat agar tetap memantau perkembangan informasi cuaca, meskipun tidak ditemukan titik panas di Riau berdasarkan pembaruan tersebut.
"Meski tidak ditemukan titik panas di Riau berdasarkan pembaruan tersebut, masyarakat tetap perlu mengikuti perkembangan prakiraan cuaca, terutama terkait potensi hujan disertai petir dan angin kencang serta kondisi gelombang di perairan," tandasnya.
Penulis: Redaksi
Editor: Rezi AP