RIAUPEMBARUAN.COM -Kelompok Nelayan Tangkap Mundam Jaya binaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau CSR PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai kembali mencatat hasil positif dengan panen ikan nila salin berbasis bioflok pada Rabu (15/4/2026).
Panen ini menjadi bukti konsistensi Kilang Pertamina Dumai dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat pesisir yang berkelanjutan, khususnya di Kelurahan Mundam. Program tersebut tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memperkuat kapasitas kelompok dalam mengelola usaha budidaya secara mandiri.
Pada caturwulan pertama 2026, kelompok ini berhasil memanen sebanyak 42,3 kilogram ikan nila salin dengan harga jual Rp35.000 per kilogram. Hasil panen mendapat respons positif dari masyarakat dan pekerja Kilang Pertamina Dumai yang turut membeli, menandakan tingginya kepercayaan terhadap kualitas produk lokal tersebut.
Kelompok Nelayan Tangkap Mundam Jaya merupakan bagian dari program Serumpun Paman Bahri (Sinergi Ekologi untuk Masyarakat Pesisir Unggul Pangan Mandiri dan Bahari Lestari). Melalui program ini, perusahaan memberikan dukungan sarana, prasarana, serta transfer pengetahuan guna memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Pendampingan teknis dilakukan melalui kolaborasi dengan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Dumai serta Politeknik Perikanan Dumai. Selain itu, kelompok juga menerima bantuan awal berupa 1.000 ekor bibit ikan untuk mendukung pengembangan usaha.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT KPI Unit Dumai, Muhammad Rum, menegaskan bahwa keberlanjutan menjadi fokus utama program.
“Program ini dijalankan secara konsisten dengan pendampingan berkelanjutan agar kelompok tidak hanya mampu memproduksi, tetapi juga berkembang secara mandiri dan berdaya saing,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan institusi pendidikan dalam memperkuat aspek teknis dan keberlanjutan program.
Sementara itu, Ketua Kelompok Nelayan Tangkap Mundam Jaya, Sulaiman, mengaku bersyukur atas hasil panen yang diraih.
“Alhamdulillah, meski banyak tantangan dalam belajar budidaya bioflok, hasil ini menjadi penyemangat. Dukungan dan pendampingan dari Pertamina membuka peluang usaha baru bagi kami,” katanya.
Budidaya ikan nila salin dengan sistem bioflok menjadi solusi alternatif bagi nelayan saat cuaca tidak mendukung untuk melaut. Inovasi ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pendapatan masyarakat pesisir sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi lokal.
Ke depan, Kilang Pertamina Dumai berkomitmen terus memperkuat sinergi melalui program pemberdayaan yang adaptif dan berkelanjutan, sejalan dengan upaya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal berbasis sumber daya perikanan.*
Penulis: Redaksi
Editor: Rezi AP