crossorigin="anonymous">
Maritim

Cuaca Riau Kondusif Saat HUT RI, BMKG Catat 52 Titik Panas

Redaksi Redaksi
Cuaca Riau Kondusif Saat HUT RI, BMKG Catat 52 Titik Panas

RIAUPEMBARUAN.COM -Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Provinsi Riau pada Senin (17/8/2026) diprakirakan berlangsung tanpa gangguan cuaca ekstrem.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca Riau didominasi cerah berawan hingga berawan. Hujan ringan berpotensi terjadi pada dini hari di sejumlah wilayah.

Forecaster On Duty BMKG, Indah DN, mengatakan kondisi cuaca Riau relatif kondusif. Pada pagi hari, cuaca diprakirakan kabur hingga cerah berawan, kemudian cerah berawan hingga berawan pada siang dan sore hari.

"Untuk malam hari cuaca diprakirakan cerah berawan hingga berawan. Hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi pada dini hari di sebagian wilayah," kata Indah.
Potensi hujan ringan meliputi Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, Bengkalis, Siak, Kepulauan Meranti, Pelalawan dan Kota Dumai.

BMKG juga tidak mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Riau pada hari tersebut.

"Peringatan dini cuaca untuk Provinsi Riau nihil," ujarnya.

Suhu udara diperkirakan berada pada kisaran 23-34 derajat Celsius dengan kelembapan 50-97 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat laut dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam.

Sementara kondisi perairan Riau relatif aman dengan tinggi gelombang diprakirakan berkisar 0,5-1,25 meter.

Di tengah kondisi cuaca yang relatif kondusif, pemantauan hotspot hingga pukul 23.00 WIB mencatat 523 titik panas di wilayah Sumatera.

Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 217 titik, disusul Bangka Belitung sebanyak 110 titik.

Untuk Riau, terdeteksi 52 titik panas yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota.
Rinciannya, Bengkalis 3 titik, Kepulauan Meranti 2, Kampar 5, Pelalawan 28, Rokan Hilir 4, Siak 2, Indragiri Hilir 1, Indragiri Hulu 3, Dumai 1 dan Pekanbaru 3 titik.

Meski tidak terdapat peringatan dini cuaca, kondisi cerah pada siang hari tetap perlu diwaspadai, terutama di daerah yang terpantau memiliki hotspot.

Kondisi tersebut menjadi perhatian untuk mengantisipasi potensi muncul maupun meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).*

Penulis: Redaksi

Editor: Hendra Gunawan