RIAUPEMBARUAN.COM -Pemerintah Kabupaten Siak terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi masyarakat. Salah satu langkah strategis yang kini didorong adalah pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) Tahun 2026 di sejumlah wilayah Kabupaten Siak.
Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Siak, Afni Zulkifli, saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) calon lokasi pembangunan SNT 2026 yang digelar di Ruang Zamrud Room, Komplek Rumah Rakyat Abdi Praja, Kecamatan Siak, Rabu (6/5/2026).
Afni menilai program Sekolah Nasional Terintegrasi yang diinisiasi pemerintah pusat itu sangat selaras dengan visi pembangunan pendidikan di Kabupaten Siak, terutama dalam menghadirkan sekolah unggulan dengan fasilitas lengkap di setiap kecamatan.
Menurutnya, keberadaan SNT nantinya diharapkan mampu menciptakan pemerataan kualitas pendidikan sekaligus membuka peluang lebih besar bagi masyarakat kurang mampu untuk mendapatkan layanan pendidikan terbaik tanpa biaya.
“Program ini sejalan dengan visi dan misi Kabupaten Siak. Kami ingin menghadirkan sekolah unggulan di setiap kecamatan dengan fasilitas yang lengkap dan berkualitas,” ujar Afni.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk ikut mendukung proses pembangunan SNT, mulai dari tahapan verifikasi, validasi hingga pembangunan fisik sekolah agar program nasional tersebut dapat berjalan maksimal di Kabupaten Siak.
“Sekolah Nasional Terintegrasi ini jelas akan sangat membantu masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu, karena konsepnya sekolah gratis dengan fasilitas yang memadai,” katanya.
Sementara itu, Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Riau, Nilam Suri, menjelaskan bahwa SNT merupakan konsep pendidikan terpadu yang mengintegrasikan jenjang SD, SMP hingga SMA/SMK dalam satu kawasan pendidikan modern.
Program tersebut, kata Nilam, bertujuan meningkatkan mutu pembelajaran sekaligus memberikan ruang yang lebih luas bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi dan bakat mereka.
“Tujuan pembangunan SNT ini untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan menghadirkan layanan pendidikan yang lebih lengkap bagi siswa,” jelasnya.
Ia menyebut, konsep SNT memiliki fasilitas penunjang seperti sarana olahraga dan ruang pengembangan siswa, namun tidak menggunakan sistem asrama seperti Sekolah Rakyat.
Dalam kesempatan itu, Nilam turut mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Siak yang dinilai responsif dalam menyambut program prioritas nasional tersebut.
“Kabupaten Siak menjadi salah satu daerah yang sangat cepat merespons program Sekolah Nasional Terintegrasi di Provinsi Riau,” ungkapnya.
Nilam juga mengungkapkan bahwa tim verifikasi dan validasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah meninjau langsung lokasi usulan pembangunan SNT di kawasan depan Makodim 0322/Siak, Kelurahan Kampung Rempak, Kecamatan Siak.
Hasil peninjauan sementara menunjukkan lokasi tersebut dinilai layak untuk masuk ke tahapan lanjutan.
“Selanjutnya akan dilakukan verifikasi teknis dan pemeriksaan dokumen pendukung lainnya. Kami berharap seluruh proses berjalan lancar hingga tahap pembangunan,” katanya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Siak, Romy Lesmana Dermawan, menyampaikan bahwa Pemkab Siak telah mengusulkan pembangunan SNT di tiga kecamatan melalui skema pembangunan baru serta 11 kecamatan lainnya melalui konsolidasi atau penggabungan sekolah.
Tiga titik usulan pembangunan baru tersebut berada di Kelurahan Kampung Rempak Kecamatan Siak, Kampung Koto Ringin Kecamatan Mempura, dan Kampung Tasik Seminai Kecamatan Koto Gasib.
Menariknya, lokasi di Kampung Rempak disebut berhasil masuk dalam 30 besar dari sekitar 500 usulan pembangunan SNT tingkat nasional.
“Jika seluruh proses verifikasi dan validasi dinyatakan memenuhi syarat, maka akan dilanjutkan dengan pembangunan unit sekolah baru, penerimaan peserta didik, hingga rekrutmen guru dan tenaga kependidikan,” terang Romy.
Pemerintah Kabupaten Siak berharap pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi dapat menjadi tonggak baru dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah serta memperluas kesempatan pendidikan yang merata bagi seluruh masyarakat.*
Penulis: Doli Watari
Editor: Redaksi