crossorigin="anonymous">
Ekonomi

Mengalir di Kota Pelabuhan, Gas Negara Terobos Dapur Rumah Tangga

Redaksi Redaksi
Mengalir di Kota Pelabuhan, Gas Negara Terobos Dapur Rumah Tangga
Istimewa
Kegembiraan warga Teluk Binjai, Endra Wati (Jilbab Hitam) bersama tetangganya usai peresmian pengaliran pertama gas PGN Tbk, beberapa waktu lalu.
DUMAI memiliki keunggulan sebagai salah satu kota di Provinsi Riau yang berpeluang untuk memanfaatkan potensi pengembangan industri dan pelabuhan. Sebagai daerah Industri di Kota Dumai terdapat tiga kawasan industri yakni Kawasan Industri Pelintung, Kawasan Industri Lubuk Gaung dan Kawasan Industri Pengolahan Migas (Pertamina RU II dan Chevron).
 
Hal itu menjadi target dan terus berinovasi Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk untuk memperluas energi gas bumi dengan menerobos dapur rumah tangga di kota pelabuhan yang dijuluki mutiara pantai timur sumatera, agar semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
 
Konsumen gas rumah tangga dari PGN Tbk menjangkau banyak kalangan. Mulai dari industri besar hingga kecil. Di Kota Dumai, masyarakat menengah kebawah adalah salah satu sasaran utama pelanggan gas alam dari PGN Tbk.
 
Masyarakat yang sudah menggunakan gas bumi mendapatkan sumber energi itu melalui jaringan pipa. Laiknya jaringan air, pipa gas terpasang sampai ke rumah warga, lengkap pula dengan keran pembuka atau penutup.
 
Dari keran-keran itulah tersambung selang yang terhubung ke kompor. Begitu keran sudah terbuka, kompor tinggal dinyalakan seperti halnya saat menggunakan gas dari sumber lain, seperti tabung.
 
Kehadiran jaringan gas bumi ke rumah warga kelurahan Jaya Mukti dan Teluk Binjai bermula pertengahan Mei 2019, yaitu bergulirnya program dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
 
Rumah milik Endra Wati menjadi tempat pengujian pengaliran pertama gas bumi milik PGN Tbk dan disambut gembira hingga tetangganya sumringah melihat kedatangan petinggi dari utusan Kementerian ESDM Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Alimuddin Baso, Group Head SSM PGN Tbk Santiaji Gunawan, Walikota Dumai Zulkifli AS, Ketua Komisi I DPRD Dumai Haslinar dan PPK Migas Husaini.
 
"Terimakasih pak, gas PGN Tbk sangat membantu saya sebagai warga ekonomi bawah, selama ini susah untuk mendapat tabung gas, memasak saja harus keliling mencari karena kelangkaan," ungkap Endra Wati dengan mata berkaca didepan tamu yang hadir.
 
Dihadapan petinggi yang hadir, rasa gembira tak terbendung diungkapkan wanita separuh baya itu. Awalnya ada rasa ketakutan, beberapa tetangganya menolak untuk pemasangan, dengan adanya pengaliran pertama gas PGN Tbk menjadi sumber kehidupan dan energi baru yang ramah lingkungan.
 
"Mereka (tetangga.red) pada takut pak, dengan pengaliran pertama ini berbondong-bondong untuk minta dipasang, jadi rugi sendiri pemasangan gratis sudah usai, kalaupun dapat dipasang mereka harus membayar," ungkap warga Jalan Merdeka Baru, Kelurahan Teluk Binjai.
 
Disisi lain, warga Jaya Mukti Sri Deliati salah seorang pelanggan PGN Tbk pun berbagi cerita tentang manfaat setelah berlangganan jaringan gas ini. Jika harga yang relatif lebih murah dibandingkan yang lain harus dipertimbangkan untuk menggunakan gas bumi dari PGN Tbk.
 
"Lebih mudah dan sederhana, karena hanya buka dan tutup kran gas lansung menyala di kompor," ujar Adel sapaan akrab ibu muda itu saat ditemui di rumahnya Jalan Siliwangi, Kelurahan Jaya Mukti, Dumai Timur, beberapa waktu lalu.
 
Menurut dia, per bulan rumah tangganya mengeluarkan biaya hingga Rp75 ribu per bulan untuk pemanfaatan gas jenis lain.
 
"Saat pakai gas tabung, pengeluaran untuk memasak bisa berkisar Rp50 ribu sampai Rp75 ribu per bulan. Berharap adanya gas PGN Tbk dapat menurunkan pengeluaran tersebut,"  harap Adel.
Teks Foto: Pekerja melakukan pemasangan pipa jaringan gas ke rumah warga di Kelurahan Jaya Mukti.
 
4743 Rumah Tangga Bisa Menikmati
 
Gas in Jargas Dumai akan melayani 4743 Sambungan Rumah (SR) meliputi dua kelurahan, dengan rincian 1283 rumah di Kelurahan Teluk Binjai dan 3.460 rumah di Kelurahan Jaya Mukti, dengan jenis pelanggan  adalah kategori RT 2 atau setara dengan tingkat masyarakat dengan konsumsi listrik 1300 watt.
 
"Program tersebut membidik 4.743 rumah tangga, hal ini untuk beralih menggunakan jaringan gas bumi. Pemasangan jaringan gas itu tak dipungut biaya sepeser pun, ditambah kompor gas gratis untuk warga," kata Chandra, Manager Kontruksi PT Hutama Karya wilayah Kota Dumai.
 
Namun, dalam prosesnya kehadiran jaringan tersebut baru mulai bisa dimanfaatkan warga secara keseluruhan pada awal tahun 2020, setelah pengelolaannya diserahkan ke PGN Tbk.
 
"Secara pengelolaan gas diserahkan ke PGN Tbk setelah pemasangan jaringan menyeluruh terpasang dan dapat dinikmati warga dua kelurahan tersebut," jelas Chandra usai peresmian pengaliran pertama gas bumi.
Teks Foto: Petugas PT Hutama Karya mengecek meteran jaringan gas yang sudah terpasang di rumah warga.
 
Fokus dan Komitmen
 
Sementara itu, Group Head Stategic Stakeholder Management PGN Tbk, Santiaji Gunawan menjelaskan bahwa total panjang pipa Jargas yang dibangun di Dumai ini mencapai  lebih kurang 89 km, meliputi 79 km pipa PE 63 mm, ditambah 1,6 km pipa PE 180 mm, dan pipa CS 4 Inchi sepanjang 112 meter. 
 
"Dengan pemanfaatan gas bumi melalui Jargas di Dumai , masyarakat dapat meningkatkan taraf hidup perekonomian dengan efisiensi yang didapatkan. Melalui energi baik yang mengalir non stop 24/7, masyarakat akan mendapatkan nilai lebih," ungkap Santiaji Gunawan disela kegiatan peresmian pengaliran pertama gas bumi.
 
Tambahnya, pembangunan Jargas merupakan salah satu bentuk upaya sinergi Pemerintah dalam meningkatkan bauran energi dan menciptakan kedaulatan energi nasional. Upaya tersebut patut untuk diapresiasi dan didukung. Pada tahun 2020, Pemerintah mentargetkan akan membangun sebanyak 293.533 SR di 54 Kabupaten/ Kota dan kota Dumai termasuk dalam daftar wilayah tersebut. 
 
"Jargas di Dumai merupakan salah satu tindaklanjut proyek jaringan pipa transmisi Duri-Dumai yang ditargetkan untuk memenuhi kebutuhan energi di wilayah Dumai. Jaringan pipa Duri - Dumai juga menyasar sektor komersial, rumah tangga, dan industri. Gas yang dialirkan ke pipa ini berasal dari Blok Corridor yang dikelola oleh Conoco Philips di Sumatera Selatan dan tambahan gas dari Blok Bentu yang dioperasikan oleh EMP," jelas Santiaji Gunawan.
 
Saat ini, PGN Tbk tengah menyelesaikan proyek pembangunan pipa gas sepanjang 486 kilometer (km) sampai dengan 2021. Proyek tersebut terdiri dari pipa gas Duri-Dumai tahap II sepanjang 67 km, yang nantinya diharapkan akan dapat menyalurkan gas untuk memenuhi kebutuhan Refinery Unit (RU II) Dumai. Rencana pengembangan pipa distribusi Dumai sepanjang 56 km untuk melayani kebutuhan industri di Kawasan Industri Pelintung dan Lubuk Gaung, komersial dan rumah tangga di wilayah Dumai dan sekitarnya.
 
"PGN Tbk konsisten membangun infrastruktur gas bumi nasional untuk meningkatkan pemanfaatan produksi gas bumi. Sampai saat ini, PGN Tbk telah mengelola jaringan infrastruktur pipa gas lebih dari 10.000 km. PGN Tbk berkomitmen terus memberikan layanan terbaik dan saling bersinergi bersama seluruh pihak yang terlibat untuk kemajuan pemanfaatan gas yang aman, efisien dan ramah lingkungan," ungkapnya.
Teks Foto: Peninjauan pelaksanaan pengaliran gas pertama melalui jaringan gas oleh Walikota Dumai Zulkifli AS, Dir Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Alimuddin Baso, Group Head SSM PT PGN Tbk Santiaji Gunawan, PPK Migas Husaini.
 
Pemicu Pertumbuhan Investasi
 
Walikota Dumai Zulkifli AS mendukung kehadiran PGN Tbk di Dumai dan mengharapkan adanya gas bumi milik PGN Tbk menjadi pemicu pertumbuhan investasi bagi Kota Dumai. 
 
"Kami berharap Kota Dumai bisa menjadi destinasi investasi perusahaan-perusahaan lain dengan adanya energi gas bumi yang ramah lingkungan dan efisien, serta dapat membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kota Dumai," kata Zul AS sapaan akrabnya.
 
Menurut Zul AS, pemakaian gas bumi untuk rumah tangga memang belum terlalu umum. Masyarakat masih lebih akrab dengan gas tabung. Selain karena sosialisasi dan belum banyak infrastruktur yang mendukung distribusi gas bumi.
 
"Jadi, wajar saja kalau masyarakat masih menggantungkan dapurnya kepada gas tabung. Zaman generasi milineal ini, gas bumi digadang-gadang lebih hemat dibanding gas tabung. Selain bisa dimanfaatkan buat rumah tangga, gas bumi juga bisa menekan biaya operasional industri dan sangat membantu perekonomian," tutup orang nomor satu di Kota Dumai itu.***
 
Penulis: Rezi Andika Putra
Penulis: Redaksi


Tag:KJPGN 2019PT PGN