crossorigin="anonymous">
Info Sawit -
Info Sawit

Selain MinyaKita, Pemerintah Minta Produsen Hidupkan Kembali Second Brand

Redaksi Redaksi
Selain MinyaKita, Pemerintah Minta Produsen Hidupkan Kembali Second Brand

RIAUPEMBARUAN.COM -Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, mengimbau para produsen minyak goreng untuk turut memproduksi minyak goreng second brand guna memperluas pilihan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Saat diwawancarai di Palembang, Kamis, Budi mengatakan semakin banyak produksi second brand, maka masyarakat akan memiliki lebih banyak alternatif selain MinyaKita, yakni minyak goreng kemasan sederhana milik Kementerian Perdagangan RI yang ditujukan sebagai minyak goreng rakyat.

“Produksi MinyaKita sangat banyak, sangat berlimpah,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap produsen memperbanyak produksi second brand sebagai pendamping MinyaKita, guna menjaga ketersediaan pasokan dan menghindari ketergantungan pasar pada satu produk. Sebelum program MinyaKita berjalan, jumlah merek second brand disebut bisa mencapai sekitar 50 jenis. Namun kini jumlahnya menyusut karena banyak produsen beralih fokus memproduksi MinyaKita.

Budi juga menekankan bahwa MinyaKita merupakan bagian dari kebijakan domestic market obligation (DMO), yang volumenya sangat bergantung pada kinerja ekspor. Dengan memperbanyak second brand, diharapkan kebutuhan pasar tetap terpenuhi meski ada dinamika pada pasokan DMO.

Saat ini, second brand minyak goreng telah tersedia dalam berbagai kemasan, mulai dari 250 mililiter hingga 500 mililiter, dengan merek, jenis, dan harga yang bervariasi. Namun, seiring waktu, MinyaKita kerap menjadi indikator tunggal ketersediaan dan stabilisasi harga minyak goreng.

Akibatnya, ketika MinyaKita tidak tersedia di pasaran, muncul narasi kelangkaan minyak goreng, padahal merek lain masih tersedia.

Sementara itu, Direktur Utama PT Indokarya Internusa Palembang, Kanna, memastikan stok bahan baku untuk produksi minyak goreng dalam kondisi aman.

Saat ini, produksi perusahaan mencapai sekitar 72.000 liter per hari atau sekitar 6.000 dus per hari, dengan isi 12 pak (12 liter) per dus. Sekitar 80 persen distribusi disalurkan ke Sumatera Selatan melalui kerja sama dengan distributor dan Bulog. Sebagian lainnya dipasarkan ke Jambi serta sejumlah provinsi lain di sekitar Sumatera Selatan.

“Stok bahan baku juga aman saat ini, hanya saja harganya memang terus naik dari waktu ke waktu,” ujar Kanna.*

Penulis: Redaksi

Editor: Rezi AP

Sumber: AntaraNews


Tag:Berita SawitInfo SawitMinyaKitaSecond Brand