RIAUPEMBARUAN.COM -Bea Cukai Bengkalis mencatatkan capaian signifikan sepanjang Semester I tahun 2025 dengan menggagalkan upaya penyelundupan narkotika dan barang ilegal senilai total Rp134,9 miliar. Di saat yang sama, institusi ini juga mempererat kemitraan dengan insan pers melalui kegiatan silaturahmi dan dialog terbuka.
Dalam keterangan pers Kamis (24/7/2025), Kepala Bea Cukai Bengkalis Galih Sayudo mengungkapkan bahwa penindakan terhadap peredaran narkotika merupakan hasil kerja sama intensif antara Bea Cukai Bengkalis, Bareskrim Polri, dan Polres Bengkalis.
Barang bukti yang berhasil diamankan meliputi 125,4 kilogram sabu, 51.882 butir ekstasi, dan 2,2 kilogram heroin, dengan estimasi nilai mencapai Rp133,8 miliar. Dari penindakan ini, potensi penghematan keuangan negara diperkirakan mencapai Rp615,5 miliar serta menyelamatkan sekitar 689.851 jiwa dari bahaya narkotika.
Selain itu, dalam pelaksanaan Operasi Gurita, Bea Cukai Bengkalis juga menindak peredaran barang kena cukai ilegal. Petugas mengamankan 171.980 batang rokok tanpa pita cukai dan 104 liter minuman beralkohol ilegal, dengan nilai perkiraan barang mencapai Rp275 juta dan potensi kerugian negara sebesar Rp159 juta.
Potensi penyelesaian perkara melalui denda cukai ditaksir mencapai Rp102 juta.
Bea Cukai Bengkalis menegaskan komitmennya sebagai Community Protector dan Revenue Collector, serta terus memperkuat kolaborasi dengan aparat penegak hukum dan media dalam menjaga keamanan dan penerimaan negara.
Komitmen terhadap transparansi dan kemitraan juga ditunjukkan lewat kegiatan silaturahmi yang digelar pada Kamis pagi (24/7/2025) di Media Center Kantor Bea Cukai Bengkalis. Kepala Kantor, Galih Sayudo, bersilaturahmi dan berdiskusi langsung dengan puluhan wartawan dari berbagai media lokal.
Dalam suasana santai namun bermakna, Galih berdialog terkait isu-isu aktual dan kinerja lembaga yang dipimpinnya. Plt Ketua PWI Kabupaten Bengkalis, Alfisnardo, mengapresiasi keterbukaan Galih terhadap perspektif jurnalis. “Kita melihat ada kedekatan dan komunikasi yang bisa dibangun jauh lebih baik lagi,” ujarnya.
Senada, Eru Kurniawan dari Riau Pembaruan dan Muhammad Fiza dari RRI Bengkalis berharap agar pertemuan semacam ini bisa digelar secara rutin. Mereka menilai kegiatan ini memperkuat sinergi dan membuka ruang dialog langsung terkait kebijakan Bea Cukai serta penyampaian aspirasi publik.
“Beliau orangnya humble, terbuka, dan bisa menerima saran dari rekan-rekan media,” ungkap Fiza, menilai positif kesan pertama pertemuan tersebut.
Turut mendampingi dalam kegiatan ini antara lain Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan, Dicky Iskandar, serta jajaran internal Bea Cukai Bengkalis.*
Penulis: Eru Kurniawan
Editor: Redaksi