RIAUPEMBARUAN.COM -Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Dumai, Kolonel Laut (P) Agung N. Kusumaji, meninjau langsung pelaksanaan latihan penembakan senjata berat Batalyon Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) 13/PBY Tahun Anggaran 2026 di kawasan Pantai Desa Sepahat, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Selasa (4/8/2026).
Selama latihan berlangsung, pengamanan wilayah perairan dilaksanakan oleh Pos TNI Angkatan Laut (Posal) Bengkalis di bawah komando Danposal Lettu Laut (PM) Nirwan Hastya. Pengamanan dilakukan untuk memastikan area laut di sekitar sasaran penembakan tetap steril sehingga seluruh rangkaian latihan dapat berjalan aman, tertib, dan lancar.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasdam XIX Tuanku Tambusai Brigjen TNI Rudi Hermawan, perwakilan Danpusen Arhanud yang diwakili Dirbanlat Ren Pusenarhanud Kolonel Arh Bambang Sukisworo, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, Wakil Bupati Bengkalis Dr. H. Bagus Santoso, serta sejumlah pejabat TNI, pemerintah daerah, dan tamu undangan lainnya.
Selain latihan penembakan senjata berat, kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu juga diisi dengan latihan sistem rudal pertahanan udara, latihan gabungan TNI, serta karya bhakti sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Bengkalis Dr. H. Bagus Santoso dikukuhkan sebagai Warga Kehormatan Korps Artileri Pertahanan Udara (Arhanud). Pengukuhan ini menjadi simbol eratnya sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bengkalis dan TNI dalam memperkuat pertahanan wilayah sekaligus mendukung pembangunan daerah.
Bagus Santoso juga berkesempatan mencoba salah satu alat utama sistem persenjataan (alutsista) Korps Arhanud, yakni Meriam Kaliber 57 milimeter buatan Rusia. Didampingi prajurit Arhanud, ia mengikuti prosedur pengoperasian sebelum melakukan penembakan ke sasaran di kawasan perairan Pantai Desa Sepahat.
Danlanal Dumai Kolonel Laut (P) Agung N. Kusumaji menegaskan bahwa TNI merupakan mitra strategis pemerintah daerah, tidak hanya dalam menjaga kedaulatan dan pertahanan negara, tetapi juga melalui berbagai kegiatan sosial, penanggulangan bencana, hingga karya bhakti yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Kolaborasi antara TNI dan pemerintah daerah sangat penting dalam menjaga stabilitas keamanan, memperkuat ketahanan wilayah, serta menciptakan situasi yang kondusif bagi pembangunan daerah," ujar Agung.
Ia menambahkan, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat harus terus diperkuat agar keamanan wilayah tetap terjaga dan pembangunan dapat berlangsung secara berkelanjutan.
"Kolaborasi dan kebersamaan ini harus terus kita rawat. Pemerintah daerah bersama TNI dan seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga daerah tetap aman dan memastikan pembangunan berjalan secara berkelanjutan," tutupnya.*
Penulis: Eru Kurniawan
Editor: Redaksi