RIAUPEMBARUAN.COM - PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berkolaborasi dengan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku Subholding Upstream Pertamina untuk memperkuat kompetensi sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi tantangan operasi pengeboran minyak dan gas bumi di wilayah laut dalam (deepwater).
Penguatan kompetensi tersebut dilakukan melalui pelatihan Deepwater Drilling and Operation Training bertajuk “Equipping Drilling Professionals with the Essential Knowledge and Skills for Effective and Efficient Deepwater Operations” yang berlangsung pada 14??"18 September 2026 di Jakarta.
Pelatihan diikuti 26 peserta dari lingkungan Subholding Upstream, mulai Regional 1 hingga Regional 5, khususnya dari bidang pengeboran dan operasi.
Para peserta berasal dari berbagai fungsi teknis, di antaranya drilling engineer, well engineer, completion engineer, riser and subsea engineer, well operations superintendent, hingga manajer proyek teknis.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Vice President Drilling & Well Intervention PHE, Fata Yunus, serta instruktur profesional dan subject matter experts dari Blade Energy Partners, perusahaan konsultan energi yang memiliki keahlian di bidang teknologi pengeboran dan rekayasa sumur.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya PHE dan Pertamina Drilling menyiapkan SDM yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi operasi pengeboran dengan tingkat kompleksitas yang semakin tinggi.
“Penguatan knowledge dan competency menjadi bagian penting untuk meningkatkan kesiapan perwira Pertamina Group dalam menghadapi kompleksitas operasi offshore deepwater,” ujar Vice President Marketing & Commercial Pertamina Drilling, Firmansyah Arifin.
Sementara itu, Senior Manager Deepwater Drilling PHE, Ruhut Batara Hutabarat, mengatakan pelatihan tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga membangun pola pikir dan profesionalisme SDM dalam menghadapi proyek pengeboran pada masa mendatang.
Menurutnya, operasi deepwater memiliki tantangan teknis dan risiko yang lebih kompleks dibandingkan pengeboran konvensional. Karena itu, kesiapan kompetensi SDM menjadi salah satu fondasi penting untuk memastikan keputusan teknis dan operasional dilakukan berdasarkan pengetahuan, pengalaman, serta standar keselamatan yang tinggi.
Seiring berkembangnya kegiatan eksplorasi dan produksi migas ke wilayah perairan yang lebih dalam, penguatan kompetensi tersebut diharapkan dapat mendukung kesiapan Pertamina Group dalam menghadapi kebutuhan industri energi.
Upaya tersebut sekaligus menegaskan komitmen PHE dan Pertamina Drilling dalam membangun SDM unggul serta memperkuat kapabilitas nasional di bidang teknologi pengeboran.
Dengan kompetensi yang semakin kuat, operasi deepwater diharapkan dapat dijalankan secara aman, efektif dan efisien, dengan tetap menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama.*
Penulis: Redaksi
Editor: Rezi AP