crossorigin="anonymous">
Rohil

Perayaan HUT Dewa Kun Hu Ong Ya Diakhiri Dengan Bakar Tongkang

Redaksi Redaksi
Perayaan HUT Dewa Kun Hu Ong Ya Diakhiri Dengan Bakar Tongkang

RIAUPEMBARUAN.COM -Tahukah anda bahwa beberapa daerah pesisir di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) setiap tahunya melaksanakan kegiatan Ritual Bakar Tongkang sebelum kegiatan yang sama dilaksanakan secara besar-besaran di Kota Bagansiapiapi pada bulan Juni setiap tahunya. Adapun beberapa daerah tersebut diantaranya Kecamatan Kubu Babusalam, Sinaboi, Bangko dan Pasir Limau Kapas.

Etnis Tionghoa dari keempat daerah tersebut melaksanakan kegiatan ini dalam rangka perayaan Kelenteng yang mana untuk kegiatan puncaknya dilaksanakan ritual Bakar Tongkang, dimana kapal tongkang yang telah dibuat diarak dari kelenteng menuju lokasi pembakaran sebagaimana yang dilaksanakan di Kota Bagansiapiapi setiap tahunya. Hanya saja, kegiatan di empat daerah ini dilakukan dalam skala kecil.

Tepat pada hari Selasa (6/6/2023) ratusan masyarakat Tionghoa Pulau Halang, Kecamatan Kubu Babussalam memadati Kelenteng Tin Hai King guna merayakan Hut Dewa Kun Hu Ong Ya. Selain warga etnis Tionghoa Tempatan, warga Tionghoa asal Bagansiapiapi juga banyak mengikuti perayaan ini dan mereka datang mengunakan kapal penyebrangan.

Usai mengelar serangkaian acara di kelenteng replika Tongkang langsung di arak dengan cara di pikul beramai-ramai dan bahkan seorang pengusaha ternama asal Jakarta Sang Raja Baut, Sugianto juga ikut memikul replika Tongkang tersebut. Awi salah satu warga Tionghoa Pulau Halang Muka yang ikut pada perayaan tersebut mengaku bahwa kegiatan ini rutin di laksanakan setiap tahunya tepat pada bulan Juni.

Sebelum pelaksanaan kegiatan puncak, pihak kelenteng turut mengelar kegiatan hiburan rakyat pada malam hari di hari-hari sebelumnya. Tak tangung-tangung artis asal luar kota dan bahkan luar negri turut di datangkan untuk memeriahkan perayaan HUT kelenteng ini. Penghulu Pulau Halang Muka, Abdul Rahman mengaku setiap digelarnya perayaan ini daerahnya sangat ramai. Tak hanya warga lokal, warga dari Bagansiapiapi dan daerah lain juga banyak yang datang.

"Ramainya orang saat berlangsungnya acara ini membuat putaran ekonomi jadi meningkat. Sebab, orang-orang banyak berbelanja seperti ikan asin dan lainya untuk oleh-oleh di bawa pulang," katanya. Pihaknya untuk pelaksanaan HUT kelenteng ini hanyalah sebatas memberikan rekomendasi dari panitia yang di teruskan ke pihak Kecamatan dan pihak terkait lainya mengingat ini adalah kegiatan keagamaan bagi warga Tionghoa beragama Budha.

Selain warga lokal dan daerah lainya, wisatawan asal Jakarta juga turut datang untuk menyaksikan kegiatan ini. Salah satunya ialah Iwan warga asal Medan Sumatra Utara (Sumut) pensiunan Bank Permata yang mengaku menetap di Jakarta. "Saya ke sini bareng teman warga sini yang juga menetap di Jakarta," sebut Iwan.

Dirinya mengaku sengaja datang untuk melihat secara langsung perayaang Hut kelenteng karena dirinya sangat penasaran mengingat selama ini hanya mendengar cerita dari temanya saja.

"Saya sengaja datang untuk menyaksikan langsung, acaranya sangat luar biasa, sangat ramai dan saya sangat salut dengan warga sini mereka ramah, baik, sosialnya sangat bagus tidak seperti orang kota. Rasa kekeluargaan warga sini sangat tinggi dan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi daerah ini," akunya.*

Penulis: Supriyanto

Editor: Redaksi


Tag:Pemkab Rohil