crossorigin="anonymous">
Pelalawan

Gajah Liar Rusak Puluhan Hektar Kebun Sawit Warga Pelalawan

Redaksi Redaksi
Gajah Liar Rusak Puluhan Hektar Kebun Sawit Warga Pelalawan

RIAUPEMBARUAN.COM -Tiga ekor Gajah liar merusak puluhan hektar kebun sawit milik masyarakat Desa Rantau Baru kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Kondisi ini sudah terjadi hampir 3 pekan lalu, sementara hewan liar bertubuh besar ini masih saja keluar masuk kebun warga dan terus merusak, memakan tanaman warga di lokasi tersebut.

Kepala desa Rantau Baru Anton kepada Riauterkini.com Selasa (28/6/22) membenarkan, bahwa saat ini warganya bejibaku untuk menghalau satwa yang di lindungi ini dari perkebunan warga, namun usaha ini masih belum maksimal sebab setelah di usir beberapa saat kembali ke kebun warga.

"Kita sudah berusaha melakukan pengusiran namun tiga ekor gajah itu masih saja berkeliaran di sekitar kebun warga desa Rantau Baru, bahkan sejumlah warga ada yang tidak pulang ke rumah demi menjaga kebun nya tidak di rusak hewan bertubuh besar ini," ujarnya.

Disampaikan kades lagi, dari mula diketahui masuknya hewan ini ke kebun masyarakat diperkirakan sudah ada 20 hektar kebun warga yang sudah rusak di makan dan diinjak gajah itu, sementara hingga saat ini pihak BBKSDA belum ada turun ke lapangan.

"Kami atas nama desa dan masyarakat meminta pihak pemerintah khususnya BBKSDA Riau, untuk sesegera mungkin turun kelapangan dan melakukan tindakan penggiringan hewan ini kembali ke habitatnya," ujar kades.

Sementara saat ini posis keberadaan gajah tersebut tidak jauh dari pemukiman warga, jika persoalan ini tidak cepat di atasi dikuatirkan akan terjadi konflik manusia dengan satwa liar yang di lindungi ini.

"Jarak keberadaan kawanan gajah liar itu sekarang sekitar 500 meter ke kampung, terbatas oleh Sungai Bobokoh," jelasnya.*

Penulis: Redaksi

Editor: Suhadi


Tag:BBKSDA RiauGajah Liar