RIAUPEMBARUAN.COM -Warga yang tinggal di sekitar areal perkebunan PT Meskom Agro Sarimas, Desa Pangkalan Batang Barat, Kecamatan Bengkalis, kembali mengeluhkan bau menyengat yang berasal dari tumpukan limbah tandan kosong (tankos) sawit milik perusahaan.
Tumpukan limbah yang berada hanya beberapa meter dari rumah warga itu telah menimbulkan keresahan selama lebih dari sepekan.
Aroma busuk semakin kuat terutama saat hujan turun. Kondisi tankos yang lembab membuat bau merayap hingga masuk ke dalam rumah. Selain itu, serangan lalat juga makin parah sehingga mengganggu aktivitas harian masyarakat.
Tankos merupakan limbah padat biomassa dari proses pengolahan Tandan Buah Segar (TBS) di Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Limbah ini dapat mencapai 20 persen dari total olahan dan harus dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan dampak lingkungan. Penanganan yang tidak tepat berpotensi menimbulkan masalah seperti bau menyengat, vektor penyakit, hingga pencemaran.
Keluhan ini dirasakan langsung warga sekitar. “Sudah lebih seminggu limbah ini ditumpuk. Kalau kena hujan makin lembab dan bau makin kuat sampai lengket di baju. Kami sudah sangat resah,” ujar seorang warga, Selasa.
Warga lainnya menambahkan, “Lalat banyak sekali. Kami takut ada bakteri atau penyakit. Anak-anak kami juga kena dampaknya. Makanya sudah kami laporkan ke pihak desa.”
Menindaklanjuti laporan tersebut, Pj Kepala Desa Pangkalan Batang Barat, Ujiyanto, S.Pd., M.Pd., memastikan pihaknya bergerak cepat. Pada Selasa lalu, ia bersama BPD, Kadus, RT/RW, dan Bhabinkamtibmas turun langsung melakukan pengecekan ke lokasi.
“Hasil pengecekan sudah kami sampaikan ke pihak perusahaan. Kami meminta agar tankos yang menimbulkan bau dan banyak lalat tersebut segera dievakuasi,” tegas Ujiyanto. Menurutnya, kesehatan dan kenyamanan masyarakat adalah prioritas utama.
Meski proses pembersihan telah dimulai, pekerjaan masih dilakukan secara bertahap. “Pengerjaannya memang masih bertahap. Tapi kami terus mendesak agar segera diselesaikan demi masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Ujiyanto juga menyampaikan apresiasi kepada media atas kepedulian terhadap kondisi warga. “Terima kasih kepada rekan media yang peduli dan mengambil berat terkait kesehatan masyarakat kami,” katanya.
Warga berharap perusahaan dapat segera menyelesaikan persoalan ini dan memperbaiki tata kelola limbah sawit agar kejadian serupa tidak terulang.
Sementara itu, Humas PT Meskom belum memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan.
Penulis: Eru Kurniawan
Editor: Redaksi