RIAUPEMBARUAN.COM-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bengkalis menyoroti keluhan warga terkait bau menyengat yang diduga berasal dari aktivitas pemanfaatan limbah tandan kosong (tankos) milik PT Meskom Agro Sarimas (MAS).
Aduan yang terus berulang membuat DLH turun tangan meminta klarifikasi resmi dari pihak perusahaan.
Plt Kepala DLH Bengkalis, Agus Susanto, mengatakan pemanfaatan limbah pada dasarnya merupakan langkah positif dan perlu didukung. Namun, ia menegaskan bahwa pengelolaannya harus memperhatikan dampak lingkungan serta kenyamanan masyarakat sekitar.
Menurut Agus, limbah tankos tidak boleh dikelola secara sembarangan karena berpotensi menimbulkan gangguan bau dan munculnya lalat, sebagaimana dikeluhkan warga dalam beberapa hari terakhir. Karena itu, penerapan pemanfaatan limbah wajib mengikuti tata cara yang benar serta pengendalian dampak secara berkelanjutan.
“Pemanfaatan limbah memang patut didukung, tetapi dalam pelaksanaannya harus memperhitungkan dampak yang ditimbulkan serta mengutamakan pengelolaan dan pemantauan yang tepat,” tegasnya, Jumat (28/11/25).
Agus menyampaikan bahwa DLH melalui Bidang Penaatan telah menjadwalkan pemanggilan pihak PT MAS untuk meminta penjelasan terkait aktivitas pemanfaatan tankos yang disebut-sebut menjadi sumber aroma tidak sedap tersebut. Pemda ingin memastikan apakah prosedur pengelolaan limbah perusahaan telah sesuai standar yang berlaku.
Selain itu, DLH juga menyiapkan evaluasi lapangan guna memastikan kondisi di sekitar areal pemanfaatan tankos, termasuk potensi pelanggaran dan tingkat dampak yang dirasakan masyarakat.
Agus menegaskan DLH tidak akan ragu memberikan rekomendasi tindakan jika ditemukan ketidaksesuaian dalam pengelolaan limbah. “Kenyamanan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.
DLH berharap PT MAS bersikap kooperatif, memberikan klarifikasi, dan segera melakukan perbaikan apabila ditemukan kekurangan. “Kita ingin persoalan ini tidak berlarut-larut. Semua pihak harus mengutamakan kepentingan masyarakat dan lingkungan,” tutup Agus.*
Penulis: Eru Kurniawan
Editor: Redaksi