Siak -
Siak

Sketsa Wajah Calon Pahlawan Nasional dari Siak,Tengku Buwang Asmara

Redaksi Redaksi
Sketsa Wajah Calon Pahlawan Nasional dari Siak,Tengku Buwang Asmara

RIAUPEMBARUAN.COM -Tengku Buwang Asmara Sultan Siak II bergelar Sultan Mahmud Abdul Jalil Muzaffar Syah, diusulkan Pemerintah Kabupaten Siak menjadi pahlawan nasional, karena dinilai berjasa melawan penjajah pada zaman kerajaan Siak Sri Indrapura.

Sketsa wajahnya pun dibuat, guna mengenal bagaimana sosok Sultan Siak ke-2 ini. Untuk sketsa wajahnya dibuat oleh Budayawan Datuk OK Nizami Jamil pada tahun 2020 lalu.

Sketsa wajah itu gambaran dari bukti sejarah yang ada dilukis oleh OK Nizami Jamil, dan pada workshop akhir 2021 lalu, pihak zuriat Sultan ini telah dihubungi.

"Kita menghubungi zuriat Tengku Buwang Asmara ini yang berada di luar Kabupaten Siak, untuk menyampaikan sketsa wajah yang dibuat. Meminta pendapat dan masukan serta saran dari zuriat. Mereka sangat setuju sekali terhadap sketsa wajah yang telah dibuat ini," kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Wan Idris, Rabu (7/12/22).

Untuk itu, tim sepakat bahwa sketsa wajah Tengku Buwang Asmara, sebagaimana dokumen-dokumen pendukung dari sketsa wajah dan dicocokkan dengan kondisi dari ciri-ciri Tengku Buwang Asmara.

"Intinya semua sepakat baik itu tim penyelarasan pengkajian sejarah buku Tengku Buwang Asmara maupun zuriat. Maka dari itu, sketsa wajah inilah yang kita publikasikan ke khalayak ramai.

Sebagaimana diketahui, 13 Desember ini Pemerintah Kabupaten Siak akan menggelar seminar nasional, dalam upaya pengusulan menjadikan Tengku Buwang Asmara Sultan Siak II bergelar Sultan Mahmud Abdul Jalil Muzaffar Syah sebagai pahlawan nasional.

Seminar nasional tersebut digelar di gedung daerah. Pemkab Siak juga telah menyiapkan 6 narasumber untuk seminar nasional tersebut.

Narasumber tersebut yakni Dr. H Ashabul Kahfi yang merupakan ketua komisi VIII DPR RI, nanti membahas peranan legislatif dalam pengusulan pahlawan nasional Tengku Buwang Asmara.

Kemudian narasumber berikutnya, Drs Arif Nahari M.Si merupakan Direktur Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Sosial, yang akan membahas persyaratan pengusulan calon pahlawan nasional.

Prof Dr. Ahmad Jaelani merupakan sejarawan melayu Malaysia akan membahas riwayat hidup Tengku Buwang Asmara.

Prof Dr. Phil Gusti Asnan merupakan sejarawan Indonesia, dan Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Andalas Padang, akan membahas sejarah dan dampak perjuangan Tengku Buwang Asmara terhadap perjuangan nasional Tengku Buwang Asmara.

Prof Dr Susanto Zuhdi sejarawan Indonesia Ahli Bidang Sejarah Maritim, dan Guru Besar Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.

Dan yang terakhir, Prof Dr H Taufik Abdullah, gelar Tuanku Pujangga Diraja Sejarawan Indonesia pernah menjabat ketua LIPI 2000-2002, akan membahas pandangan Belanda terhadap Tengku Buwang Asmara.

Dalam seminar nasional nanti, akan melibatkan seluruh OPD, dari kecamatan, kampung dan kelurahan, serta seluruh kepala sekolah se Kabupaten Siak.

Selain itu Pemkab Siak juga menyiapkan secara daring seminar nasional tersebut. Pesertanya terdiri dari kepala daerah se Provinsi Riau, DPRD dan pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM).

Tengku Buwang Asmara sendiri merupakan anak kedua pendiri Kerajaan Siak yakni Raja Kecik. Dia menjadi sultan Siak ke-2 pada tahun 1746-1760 yang melakukan perlawanan dan menyebabkan 50 lebih tentara Belanda tewas di Selat Guntung, Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak*

Penulis: Redaksi

Editor: Rezi AP


Tag:Buwang AsmaraPahlawan NasionalPemkab Siak