RIAUPEMBARUAN.COM -Kesuksesan Martua Sitorus tidak dibangun seorang diri. Di balik kiprahnya sebagai salah satu raja kelapa sawit Indonesia, terdapat peran keluarga yang ikut membentuk perjalanan bisnis sekaligus jejaring kekuatan ekonomi yang mengantarkan namanya ke jajaran elite pengusaha nasional.
Martua Sitorus merupakan pengusaha sukses keturunan Tionghoa yang menyandang marga Batak. Melalui bisnis utamanya, Wilmar Group, yang bergerak di sektor kelapa sawit dan agribisnis global, ia berhasil masuk dalam daftar orang terkaya Indonesia peringkat ke-23 tahun 2025 versi Forbes, dengan kekayaan bersih mencapai US$3,6 miliar atau setara Rp60,46 triliun (kurs Rp16.794 per dolar AS).
Namun, pencapaian tersebut diraih melalui perjalanan hidup yang tidak mudah. Pemilik nama asli Thio Seeng Haap ini tumbuh dari latar belakang keluarga sederhana dan menempa hidupnya sejak usia dini.
Dari Masa Sulit Menuju Puncak Bisnis Sawit
Martua Sitorus lahir di Pematangsiantar, Sumatra Utara, pada 6 Februari 1960. Sejak kecil, ia sudah terbiasa bekerja keras demi membantu perekonomian keluarga. Selain bersekolah, Martua kecil berjualan ikan dan udang, serta bekerja sebagai loper koran.
Keterbatasan ekonomi tak menghalanginya untuk menempuh pendidikan tinggi. Ia berhasil meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas HKBP Nommensen, Medan. Usai lulus, Martua mulai merintis usaha perdagangan kelapa sawit secara kecil-kecilan.
Kerja keras dan ketekunannya membuahkan hasil. Bisnisnya berkembang pesat hingga mempertemukannya dengan Kuok Khoon Hong, pengusaha asal Malaysia. Dari kolaborasi inilah lahir Wilmar Group, yang kini menjadi salah satu perusahaan agribisnis terbesar di dunia.
Nama Wilmar sendiri disebut merupakan gabungan dari nama pendirinya, William (panggilan Kuok Khoon Hong) dan Martua. Dalam struktur perusahaan, Martua Sitorus menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO), sementara Kuok Khoon Hong menduduki posisi Chief Executive Officer (CEO).
Saat ini, Wilmar Group mengelola ribuan hektare perkebunan sawit dan memiliki jaringan bisnis global di sektor pangan dan energi nabati.
Keluarga Jadi Pilar Bisnis
Seiring membesarnya Wilmar Group, Martua Sitorus turut melibatkan keluarga besarnya dalam pengelolaan bisnis. Beberapa anggota keluarga yang tercatat berperan dalam jaringan usaha ini antara lain sang istri Rosa Taniasuri Ong, kakaknya Ganda Sitorus, saudara perempuannya Bertha, Mutiara, dan Thio Ida, serta iparnya Hendri Saksti.
Keterlibatan keluarga ini memperkuat struktur internal dan memperluas jaringan bisnis di sektor kelapa sawit maupun sektor lainnya.
Jejak Anak Martua Sitorus: Jacqueline Sitorus
Putri Martua Sitorus, Jacqueline Sitorus, lahir pada 1 Agustus 1987 di Medan. Meski berasal dari keluarga pengusaha sawit, Jacqueline memilih jalur karier berbeda.
Lulusan Singapore Management University ini memulai karier di dunia finansial sebagai Analyst di Goldman Sachs. Ia kemudian terjun ke industri riil dengan bergabung di PT Cemindo Gemilang Tbk, menjabat sebagai Direktur Pemasaran (2012??"2013), sebelum dipercaya sebagai Presiden Komisaris pada 2014.
Selain itu, Jacqueline juga tercatat menjabat sebagai:
Direktur Aastar Trading, Direktur Chinfon Vietnam Holding Co. Ltd, Komisaris PT Lintas Maritim Indonesia
Saudara dan Kerabat Martua Sitorus di Dunia Usaha
Ganda Sitorus, kakak kandung Martua, memilih jalur independen dengan mendirikan Gama Plantation setelah hengkang dari Wilmar Group. Gama Group disebut mengelola lebih dari 250 ribu hektare perkebunan sawit yang tersebar di Jambi, Riau, Aceh, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. Grup ini juga merambah sektor properti melalui Gama Land.
Sementara itu, Darwin Indigo, keponakan Martua Sitorus, saat ini menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk. Ia merupakan lulusan Curtin University dengan gelar Bachelor of Commerce.
Nama Thio Ida, saudara perempuan Martua, juga sempat menjadi sorotan publik karena terseret dalam kasus hukum yang melibatkan pihak lain. Hingga kini, proses hukum terkait kasus tersebut masih berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dinasti Bisnis Sawit Indonesia
Kisah Martua Sitorus mencerminkan bagaimana kerja keras, jaringan keluarga, dan kemitraan strategis mampu membentuk kekuatan bisnis berskala global. Dari masa kecil yang penuh keterbatasan, Martua berhasil membangun imperium agribisnis yang tidak hanya mengangkat namanya sendiri, tetapi juga melibatkan keluarga sebagai bagian dari mesin pertumbuhan usaha.*
Penulis: Redaksi
Editor: Rezi AP
Sumber: Inilah.com