crossorigin="anonymous">
Inhil

Kain Songket Hasil Pengrajin Tradisional Inhil Sering Digunakan Momen Hari Besar

Redaksi Redaksi
Kain Songket Hasil Pengrajin Tradisional Inhil Sering Digunakan Momen Hari Besar
Istimewa

Pengrajin Songket Tenun Tradisional di Inhil

RIAUPEMBARUAN.COM - Tidak hanya kain batik, Kabupaten Indragiri Hilir juga menghasilkan kain songket hasil tenunan pengrajin tradisionalyang hasilnya memiliki kualitas yang tidak diragukan lagi di pasaran.

Kain songket tenunan ini dihasilkan dari tangan-tangan terampilpengrajin binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dengan alat tradisional yang disebut ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin).

"Kita ada tujuh alat ATBM, lima di Dekranasda dua di BLKI," Sebut Ronny Suhendra, Pengurus Dekranasda, beberapa waktu lalu.

Untuk proses pembuatan kain songket dijelaskan Ronny, melalui beberapa tahapan dari penggulungan benang hingga penenunan dengan alat ATBM.

"Untuk kain songket prosesnya melalui berapa tahap, dimulai dari penggulungan benang bisa makan waktu 3 minggu dilanjut tahap penenunan. Masuk tahap pengerjaan dalam 1 bulan bisa menghasilkan 30 kain tenun," jelas Ronny.

Sampai saat ini, songket tenunan tradisional Kabupaten Indragiri Hilir ada 9 motif, yakni motif:

1. Pucuk Rebung
2. Kupu-kupu Sayap
3. Kupu-kupu Sayap Bundar
4. Daun Tunggal
5. Siku-siku
6. Tampuk Manggis
7. Tapak Catur
8. Tampuk Manggis Tunggal
9. Kupu-kupu Sayap Kelopak

Kerajinan tenun songket yang dikerjakan oleh pengrajin Dekranasda Kabupaten Indragiri Hilir selain hasilnya dipajang di showroom Dekranasda dan hingga saat ini masih memenuhi pesanan untuk kelompok organisasi-organisasi wanita, Masyarakat, instansi pemerintahan.

"Umumnya dipakai saat peringatan hari-hari besar seperti Milad Inhil, Milad Provinsi Riau, HUT kemerdekaan RI dan iven iven lainnya," pungkasnya.* (Adv)

Penulis: Jadri Anwar

Editor: Redaksi

Sumber: Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, dan Kebudayaan Kabupaten Inhil


Tag:Disparporabud Inhil