RIAUPEMBARUAN.COM - Kepala Badan Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal Kota Dumai Hendri Sandra mengakui, karena sektor investasi, baik perusahaan dalam negeri maupun permodalan asing ini sehingga membuat Kota Dumai terus bergeliat maju dan berkembang.
Sejumlah investasi yang kini beroperasi di Dumai dengan kawasan industri, diantaranya, kawasan industri Dumai di Pelintung Kecamatan Medang Kampai seluas 5.048 hektar, kawasan industri Lubuk Gaung di Kecamatan Sungai Sembilan 2.158 hektar, kawasan industri Bukit Kapur 115 hektar, kawasan industri Patra Dock 300 hektar di Kecamatan Dumai Barat dan kawasan industri Bukit Timah Kecamatan Dumai Selatan.
Selain itu, berbagai bidang industri berkembang, pengolahan crude palm oil (CPO, jasa tangki timbun, pupuk, pengantongan semen, kontainer dan jasa angkut kepelabuhanan, developer perumahan, dan sebagainya. Kota Dumai juga dikenal sebagai kota minyak. Perusahaan besar dan industri yang turut serta memajukan Dumai secara tidak langsung yang bergerak dalam ekspor minyak dan gas bumi.
Kemudian perusahaan BUMN yang bergerak dalam bidang pengolahan dan pendistribusian minyak dan gas bumi dalam negeri serta disusul oleh industri pengolahan minyak sawit (CPO). Saat ini kota Dumai memiliki sekitar 105 perusahaan baik yang bermodal asing (PMA) maupun modal dalam negeri (PMDN), dan besarnya perkembangan sektor investasi dan industri ini merupakan bentuk kepercayaan investor dalam berinvestasi.
Pesatnya perkembangan Dumai sebagai kawasan industri dan jasa tidak terlepas dari potensi kepelabuhanan yang dimiliki. Setidaknya sejumlah pelabuhan utama yang terdiri dari Pelabuhan Pelindo, Pertamina, Chevron dan KID. Akses menuju Dumai juga terbuka lebar. Selain jalur laut, kota dengan luas sekitar 1.700 kilometer persegi ini dapat ditempuh lewat jalur udara di Bandara Pinang Kampai dengan pesawat jenis fokker.
"Perkembangan Dumai sebagai kawasan industri dan jasa tidak bisa dilepaskan dari potensi yang dimiliki sebagai daerah sasaran investasi. dan karena itu kita membuka peluang luas dan bagi investor dengan prosedur cepat dan mudah," terangnya.
Walikota Dumai Zulkifli AS menyebutkan, sebagai daerah yang sedang berkembang, Kota Dumai sejauh ini masih terkendala terbatasnya infrastruktur seperti jalan, jembatan dan listrik, namun pemerintah secara bertahap berusaha menata dan menjadikan program skala prioritas.
Sektor pelabuhan yang sudah lama jadi andalan Dumai, mesti diperkuat lagi. Perluasan pelabuhan akan mengundang lebih banyak kapal datang. Dumai juga menjadi satu lokasi pembangunan megaproyek pemerintah pusat. Satu di antaranya pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai, yang merupakan bagian dari megaproyek Trans Sumatera.
Pembangunan jalan tol itu diyakini akan semakin menggairahkan perekonomian khususnya sektor industri di kawasan pantai timur Sumatera. "Pemko Dumai komitmen manfaatkan peluang bagi negara tetangga atau investor mana saja yang ingin berinvestasi dan masih terbuka luas untuk pengembangan usaha skala besar," sebutnya.
"Jika kita melihat tantangan kedepan yang tentunya akan terasa lebih berat, apalagi dengan adanya globalisasi dan perdagangan bebas. Oleh karenanya kondisi ini menuntut kita bekerja keras untuk meningkatkan kualifikasi dan daya saing. Hanya dengan daya saing yang tinggi, kita dapat bertahan dalam menghadapi berbagai tantangan," tutupnya.***
(Adventorial)
Penulis: Redaksi