crossorigin="anonymous">
Siak

Panen Raya di Siak, Produktivitas Padi Binaan BI Naik 10 Persen

Redaksi Redaksi
Panen Raya di Siak, Produktivitas Padi Binaan BI Naik 10 Persen

RIAUPEMBARUAN.COM -Program smart farming yang dikembangkan Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mulia Tani di Kecamatan Bunga Raya, Kabupaten Siak, mulai menunjukkan hasil nyata.

Setelah lebih dari satu tahun pendampingan, produktivitas padi petani meningkat sekitar 10 persen, sekaligus menjadi bukti bahwa penerapan teknologi pertanian mampu memperkuat ketahanan pangan daerah.

Keberhasilan tersebut disampaikan dalam kegiatan Panen Raya Padi Gapoktan Mulia Tani bertema "Panen Raya Petani Modern Menuju Ekonomi Hijau dan Berkelanjutan" yang digelar di Kampung Jayapura, Kecamatan Bunga Raya, Senin (3/8/2026).

Bupati Siak, Afni Zulkifli, mengapresiasi semangat para petani yang tetap mampu meningkatkan hasil panen meski menghadapi tantangan, terutama keterbatasan pasokan air pada lahan sawah tadah hujan.

"Petani di Bunga Raya luar biasa. Meski menghadapi keterbatasan air saat musim kemarau, mereka tetap rajin mengelola lahan. Pemerintah akan terus berupaya mencari solusi agar berbagai kendala yang dihadapi petani dapat diatasi," ujar Afni.

Menurutnya, Kecamatan Bunga Raya merupakan salah satu sentra produksi pangan strategis di Kabupaten Siak dengan hamparan sawah sekitar 3.000 hektare dan indeks pertanaman yang kini telah mencapai sekitar 2,5 kali tanam dalam setahun.

Afni menilai penerapan teknologi melalui smart farming menjadi salah satu solusi meningkatkan produktivitas pertanian. Namun, keberhasilan teknologi tetap bergantung pada semangat dan kerja keras para petani.

"Teknologi hanya alat bantu. Kalau petaninya rajin dan didukung teknologi, ketersediaan air, serta pupuk yang memadai, saya yakin Bunga Raya akan menjadi kawasan pertanian yang jauh lebih maju," katanya.

Ia berharap keberhasilan Gapoktan Mulia Tani dapat direplikasi ke seluruh wilayah Bunga Raya sehingga menjadi model pengembangan pertanian modern di Kabupaten Siak.

Sementara itu, Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Panji Ahmad, mengatakan pendampingan yang dilakukan selama lebih dari satu tahun telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan hasil panen.

"Alhamdulillah, program smart farming mulai menunjukkan hasil yang nyata. Produktivitas padi meningkat sekitar 10 persen dibanding sebelumnya," ujar Panji.

Menurutnya, peningkatan tersebut didukung penerapan teknologi pertanian yang lebih presisi, mulai dari penggunaan benih unggul, pemupukan sesuai kebutuhan tanaman, pengendalian hama secara efektif, hingga pemanfaatan alat dan mesin pertanian modern yang mendukung praktik pertanian ramah lingkungan.

Ketua Gapoktan Mulia Tani, Yanto Sukanto, mengatakan panen raya tahun ini merupakan panen kedua sejak kelompok tani tersebut menerapkan sistem smart farming bersama Bank Indonesia Provinsi Riau.

"Panen raya ini menjadi bukti hasil kerja keras petani bersama Bank Indonesia. Kami menerapkan teknologi tepat guna, mulai dari benih unggul, pemupukan terukur, pengendalian hama, hingga penggunaan alat dan mesin pertanian modern," ujarnya.

Keberhasilan program smart farming di Kecamatan Bunga Raya diharapkan menjadi contoh pengembangan pertanian modern di Provinsi Riau. Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Siak, Bank Indonesia, dan para petani dinilai menjadi fondasi penting dalam meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan pangan, serta mewujudkan sektor pertanian yang lebih efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Penulis: Doli Watari

Editor: Redaksi


Tag:Panen RayaPemkab Siak