RIAUPEMBARUAN.COM -PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 Sumatera mempertegas komitmennya dalam memperkuat budaya keselamatan kerja, kepatuhan, dan integritas melalui penyelenggaraan Forum Komunikasi Kontraktor PHR 2026 yang berlangsung di SKA Co Ex, Pekanbaru, Kamis (23/7/2026).
Forum yang mengusung tema "Kontraktor Pertamina Hulu Rokan Regional 1 yang Berbudaya K3, Profesional, Andal dan Kolaboratif" ini menjadi wadah strategis untuk menyelaraskan visi antara PHR dan para mitra kerja dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, profesional, dan kolaboratif.
Kegiatan tersebut diikuti ratusan pimpinan perusahaan kontraktor dari wilayah operasi Zona 1, Zona Rokan, dan Zona 4 yang selama ini menjadi mitra strategis dalam mendukung kelancaran operasional industri hulu migas di Regional 1 Sumatera.
Direktur Utama PHR, Muhamad Arifin, menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan fondasi utama dalam menjaga produktivitas dan keberlanjutan bisnis perusahaan.
"Kontribusi Regional 1 sangat signifikan, yakni mencapai 33 persen dari total produksi Subholding Upstream. Secara khusus, Blok Rokan menyumbang 29 persen terhadap produksi nasional. Angka ini menegaskan betapa pentingnya peran kita semua bagi ketahanan energi di Indonesia," ujar Arifin.
Ia menjelaskan, forum tersebut merupakan bentuk komitmen bersama untuk terus memperkuat budaya K3, meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi (compliance), serta mengimplementasikan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) secara konsisten di seluruh rantai kerja, baik kontraktor maupun subkontraktor.
"Dengan tema ini, saya ingin menegaskan kembali bahwa aspek keselamatan, kepatuhan, integritas, dan tata kelola yang baik bukan hanya kewajiban administratif, tetapi merupakan fondasi utama untuk mencapai keunggulan operasional dan keberlanjutan bisnis," katanya.
Menurut Arifin, forum ini juga menjadi sarana memperkuat komunikasi dan koordinasi antarpemangku kepentingan, meningkatkan kompetensi pekerja dan mitra kerja, berbagi praktik terbaik (best practices), serta mendorong pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) guna mendukung operasional yang semakin andal.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan, jajaran manajemen, pekerja PHR, serta mitra kerja yang terus memberikan dedikasi dalam mendukung keberlangsungan operasional perusahaan dan upaya mewujudkan kemandirian energi nasional.
Selain penyampaian arahan strategis, kegiatan tersebut juga diisi dengan coaching clinic mengenai implementasi Contractor Safety Management System (CSMS), Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP), serta penerapan aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Sementara itu, General Manager Zona Rokan, Andre Wijanarko, mengatakan forum ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas mitra kerja untuk mendukung pengadaan barang dan jasa bagi operasional energi nasional.
"Saat ini, di Zona Rokan kami mengelola hingga 43.000 mitra kerja. Mereka adalah garda terdepan yang mendukung kelancaran operasi di Rokan. Mengingat industri migas memiliki profil risiko yang sangat tinggi, kami memikul tanggung jawab besar untuk memastikan seluruh pelaksanaan operasional berjalan dengan aman dan selamat. Oleh karena itu, budaya keselamatan kerja harus terus diinternalisasi dan dijalankan secara berkelanjutan," ujar Andre.
Ia menambahkan, meski capaian kinerja selama semester pertama tahun ini dinilai sangat baik, aspek keselamatan dan integritas tetap harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional.
Sebagai bentuk apresiasi, PHR memberikan penghargaan kepada sejumlah kontraktor yang dinilai memiliki kinerja unggul dan konsisten menerapkan standar operasional terbaik di Zona 1, Zona Rokan, dan Zona 4.
PHR juga menyerahkan penghargaan Stop Work Authority (SWA) Terbaik kepada unit kerja yang menunjukkan komitmen tinggi terhadap budaya keselamatan kerja. Pada triwulan pertama dan kedua, penghargaan terbaik diraih oleh Tim Drilling Well & Intervention (DWI) Zona Rokan, disusul Field Adera Zona 4, serta Field Jambi Merang Zona 1.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan Penandatanganan Komitmen HSSE dan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) antara PHR dan seluruh mitra kerja, serta peluncuran Shield-AI, inovasi digital yang dikembangkan untuk mendukung peningkatan kinerja HSSE di Regional 1 Sumatera.
Melalui Forum Komunikasi Kontraktor PHR 2026, perusahaan berharap seluruh mitra kerja semakin memperkuat budaya keselamatan, profesionalisme, integritas, serta kolaborasi guna mendukung keberlanjutan operasi migas dan ketahanan energi nasional.*
Penulis: Redaksi
Editor: Rezi AP