crossorigin="anonymous">
Info Sawit -
Info Sawit

Program B50 Belum Jelas, Harga CPO Kembali Melemah

Redaksi Redaksi
Program B50 Belum Jelas, Harga CPO Kembali Melemah
Net/Ilustrasi

RIAUPEMBARUAN.COM -Harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) kembali melemah untuk hari kedua berturut-turut pada perdagangan Rabu (22/7/2026). Pelemahan dipicu turunnya harga minyak nabati pesaing di pasar global serta ketidakpastian implementasi tambahan kuota program biodiesel B50 di Indonesia.

Pada perdagangan tengah hari di Bursa Malaysia Derivatives, kontrak acuan CPO untuk pengiriman Oktober turun 0,28 persen menjadi 4.597 ringgit Malaysia per ton.

Tekanan terhadap harga CPO juga datang dari pelemahan minyak nabati di pasar internasional. Kontrak minyak kedelai paling aktif di Bursa Dalian tercatat turun 1,12 persen, sedangkan kontrak minyak sawit di bursa yang sama melemah 0,53 persen. Sementara itu, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) juga terkoreksi 0,68 persen.

Pergerakan harga CPO memang cenderung mengikuti tren minyak nabati lainnya karena saling bersaing dalam memenuhi kebutuhan pasar minyak nabati global.

Salah satu sentimen yang masih membayangi pasar adalah belum diterbitkannya kuota tambahan pemerintah Indonesia untuk implementasi program biodiesel B50. Sebelumnya, pemerintah telah menetapkan alokasi 15,64 juta kiloliter biodiesel dalam program B40 sepanjang tahun 2026.

Meski demikian, sejumlah analis menilai harga CPO masih memiliki faktor penopang.
Kepala Riset Komoditas Sunvin Group, Anilkumar Bagani, menyebut diskon harga minyak sawit dibanding minyak nabati pesaing, potensi dampak El Nino, serta kemungkinan pengetatan pasokan akibat kebijakan mandatori B50 di Indonesia masih berpotensi menopang harga CPO dalam jangka menengah.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa peningkatan campuran biodiesel dari B40 menjadi B50 diperkirakan akan meningkatkan konsumsi CPO domestik menjadi sekitar 16,3 juta hingga 17 juta ton, naik dari konsumsi sebelumnya yang berkisar 15,2 juta ton.

Di sisi lain, Malaysian Palm Oil Council (MPOC) memperkirakan harga CPO Malaysia pada Agustus 2026 akan bergerak di kisaran 4.400 hingga 4.650 ringgit Malaysia per ton.

Pelemahan harga CPO juga tertahan oleh kenaikan harga minyak mentah dunia. Harga minyak yang lebih tinggi membuat penggunaan minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel menjadi lebih kompetitif, sehingga dapat menjaga permintaan dan membatasi penurunan harga lebih lanjut.*

Penulis: Redaksi

Editor: Rezi AP


Tag:B50Berita SawitHarga CPOInfo Sawit