crossorigin="anonymous">
Maritim

BMKG: Riau Berpotensi Diguyur Hujan, Hotspot Meningkat Jadi 67 Titik

Redaksi Redaksi
BMKG: Riau Berpotensi Diguyur Hujan, Hotspot Meningkat Jadi 67 Titik
Net/Ilustrasi

RIAUPEMBARUAN.COM -Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru memprakirakan cuaca di sebagian besar wilayah Provinsi Riau pada Kamis (4/6/2026) didominasi kondisi udara kabur hingga berawan. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di sejumlah daerah pada sore hingga dini hari.

Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru, Putri Santy S, mengatakan bahwa pada pagi hingga siang hari cuaca di Riau umumnya berada dalam kondisi udara kabur hingga berawan.

Memasuki sore hingga malam hari, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Kampar, dan Kuantan Singingi.

Sementara itu, pada dini hari hujan berpotensi mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hilir dengan intensitas ringan hingga sedang.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan berintensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sebagian wilayah Kabupaten Kampar dan Indragiri Hilir pada sore, malam hingga dini hari.

“Kondisi ini perlu diwaspadai masyarakat, terutama yang beraktivitas di luar ruangan maupun yang berada di daerah rawan genangan,” ujar Putri.

Secara umum, suhu udara di wilayah Riau diprakirakan berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembapan udara mencapai 55 hingga 100 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam.

Untuk kondisi perairan, tinggi gelombang laut di wilayah Provinsi Riau diprakirakan berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter atau masuk kategori rendah sehingga relatif aman bagi aktivitas pelayaran dan perikanan.

Di sisi lain, BMKG mencatat peningkatan jumlah titik panas (hotspot) di wilayah Riau berdasarkan pembaruan data pada pukul 23.00 WIB. Secara keseluruhan, terdapat 207 hotspot yang terdeteksi di Pulau Sumatera.

Provinsi Riau menjadi daerah dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni sebanyak 67 titik, disusul Aceh 66 titik, Sumatera Selatan 27 titik, Sumatera Utara 16 titik, Lampung 12 titik, Sumatera Barat 11 titik, Bengkulu 4 titik, Bangka Belitung 3 titik, dan Jambi 1 titik.

Putri menjelaskan, dari total 67 hotspot di Riau, sebaran terbanyak terdeteksi di Kabupaten Bengkalis sebanyak 30 titik dan Kabupaten Rokan Hilir 24 titik.
Selain itu, hotspot juga terpantau di Kabupaten Rokan Hulu sebanyak 6 titik, Indragiri Hulu 2 titik, Kuantan Singingi 2 titik, Pelalawan 1 titik, Siak 1 titik, serta Kota Dumai 1 titik.

Meningkatnya jumlah hotspot tersebut menjadi perhatian serius mengingat potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih dapat terjadi di sejumlah wilayah.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama di daerah yang terdeteksi memiliki konsentrasi titik panas cukup tinggi.*

Penulis: Redaksi

Editor: Rezi AP


Tag:BMKG RiauHotspotPrakiraan CuacaTitik Panas