RIAUPEMBARUAN.COM ??" Kota Pekanbaru mendapat kepercayaan menjadi salah satu daerah percontohan penerapan inovasi pelayanan Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan konsep prasmanan yang digagas Badan Gizi Nasional (BGN). Program percontohan atau piloting tersebut dijadwalkan mulai dilaksanakan pada Senin (9/11/2026).
Berbeda dari pola pelayanan MBG yang selama ini diterapkan, konsep prasmanan memungkinkan siswa mengambil makanan secara langsung dan menikmati hidangan bersama teman-temannya. Selain memenuhi kebutuhan gizi, pendekatan ini juga diharapkan mampu membangun kebiasaan makan sehat sekaligus menumbuhkan nilai kebersamaan di lingkungan sekolah.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Riau, Ranto, mengatakan penunjukan Pekanbaru sebagai lokasi pilot project menjadi kesempatan bagi Provinsi Riau untuk mendukung pengembangan inovasi pelayanan pemenuhan gizi bagi peserta didik.
"Dalam waktu dekat, tepatnya hari Senin besok, Badan Gizi Nasional akan secara serentak melaksanakan piloting pelayanan pemberian makanan bergizi dengan konsep prasmanan. Kita patut bersyukur, untuk wilayah Provinsi Riau, Kota Pekanbaru ditunjuk menjadi pilot project-nya," ujar Ranto di Kantor Gubernur Riau, Jumat (6/11/2026).
Pada tahap awal, pelaksanaan piloting dibatasi untuk dua kelas dengan jumlah penerima manfaat berkisar 50 hingga 70 siswa. Sekolah yang ditunjuk sebagai lokasi uji coba adalah SD Islam Unggul Asy-Syakirin, Kota Pekanbaru.
Menurut Ranto, konsep makan prasmanan tidak hanya berorientasi pada penyediaan makanan bergizi, tetapi juga memberikan pengalaman sosial yang positif bagi anak-anak. Melalui kegiatan makan bersama, siswa diharapkan dapat membangun komunikasi, berinteraksi, dan menumbuhkan kebiasaan saling menghargai.
Bahkan, pola makan bersama tersebut diharapkan dapat mendorong anak-anak lebih terbuka dalam mencoba berbagai jenis makanan, termasuk sayuran yang selama ini mungkin kurang mereka sukai.
"Kami berharap doa dari Bapak dan Ibu sekalian agar pelaksanaan piloting pada hari Senin besok dapat berjalan lancar. Melalui konsep makan bersama ini, anak-anak dapat membangun komunikasi yang baik dan mendapatkan pengalaman sosial yang positif di sekolah," ungkapnya.
Tidak hanya itu, pelaksanaan MBG prasmanan juga akan dipadukan dengan edukasi mengenai pentingnya gizi seimbang. Dalam kegiatan tersebut, tenaga pendidik atau guru akan berperan memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya mengonsumsi makanan bergizi dan membiasakan pola makan sehat sejak dini.
"Sehingga, anak-anak yang tadinya kurang menyukai sayur atau memiliki kebiasaan memilih makanan menjadi lebih termotivasi saat makan bersama teman-temannya. Dalam pelaksanaannya juga diisi dengan edukasi gizi yang diberikan langsung oleh tenaga pendidik atau bapak-ibu guru di sekolah," pungkas Ranto.*
Penulis: Redaksi
Editor: Rezi AP