crossorigin="anonymous">
Bengkalis -
Bengkalis

GMNI Bengkalis Kritik Tunda Bayar 3 Tahun, Beasiswa Pelajar dan Mahasiswa Tak Cair

Redaksi Redaksi
GMNI Bengkalis Kritik Tunda Bayar 3 Tahun, Beasiswa Pelajar dan Mahasiswa Tak Cair

RIAUPEMBARUAN.COM -Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Bengkalis menyoroti persoalan tunda bayar anggaran yang terjadi selama tiga tahun berturut-turut di Kabupaten Bengkalis.

Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung pada realisasi sejumlah program unggulan Bupati Bengkalis Kasmarni, khususnya di sektor pendidikan.

Salah satu program yang terdampak adalah beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa berprestasi serta kurang mampu, yang seharusnya direalisasikan setiap tahun namun tidak terealisasi pada tahun anggaran 2025.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris DPC GMNI Bengkalis, Asrul, kepada wartawan, Selasa (20/1/2026).

Menurut Asrul, program beasiswa merupakan hak pelajar dan mahasiswa untuk memperoleh kesempatan pendidikan yang lebih baik. Tidak terlaksananya program tersebut dinilai memberikan dampak serius terhadap pencapaian visi dan misi Bupati Bengkalis di bidang pendidikan.

“Tidak terlaksananya beasiswa pada 2025 menunjukkan adanya masalah serius dalam perencanaan dan pengelolaan anggaran daerah,” ujarnya.

Ia menilai kondisi ini sebagai bentuk kegagalan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dalam mengawal kebijakan bupati terkait penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Tunda bayar yang terjadi selama tiga tahun berturut-turut menunjukkan buruknya tata kelola keuangan daerah. Hal ini diperparah dengan lemahnya kontrol dan pengawasan DPRD, mulai dari tahap penyusunan APBD hingga realisasi anggaran,” tegas Asrul.

Asrul juga menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh antara eksekutif dan legislatif dalam proses penyusunan APBD agar program prioritas kepala daerah dapat terealisasi secara maksimal.

“Evaluasi kebijakan penganggaran harus dilakukan secara serius. Jangan hanya berorientasi pada proyek dan kegiatan seremonial yang dampaknya belum tentu dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.

GMNI Bengkalis berharap Bupati Bengkalis melakukan evaluasi tegas terhadap kesalahan penganggaran yang dilakukan TAPD, sehingga visi dan misi Pemerintah Kabupaten Bengkalis, terutama program-program unggulan bupati, dapat tercapai.

“Ke depan, kami mendesak agar persoalan tunda bayar segera diselesaikan dengan metode penganggaran yang tepat, serta tidak mengesampingkan program beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa Bengkalis,” pungkasnya.*

Penulis: Eru Kurniawan

Editor: Redaksi


Tag:GMNI BengkalisPemkab BengkalisTunda Bayar