crossorigin="anonymous">
Bengkalis -
Bengkalis

MBG di Wonosari Bengkalis Disorot, Keterlibatan Warga Lokal dan Status SLHS Dipertanyakan

Redaksi Redaksi
MBG di Wonosari Bengkalis Disorot, Keterlibatan Warga Lokal dan Status SLHS Dipertanyakan

RIAUPEMBARUAN.COM -Keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sahabat Mulia yang berlokasi di Jalan HR Soebrantas, Gang Penghulu Ros, Wonosari Timur, Desa Wonosari, Kecamatan Bengkalis, menjadi sorotan masyarakat setempat.

Salah seorang tokoh muda Desa Wonosari, Hendra, mengaku kecewa karena tidak adanya warga tempatan yang dilibatkan sebagai relawan maupun pekerja di dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola SPPG tersebut.

Menurut Hendra, berdasarkan berbagai informasi yang disampaikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN), relawan program MBG seharusnya direkrut dari masyarakat sekitar guna memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi lingkungan setempat.

“Tidak seorang pun warga Wonosari, khususnya Wonosari Timur, yang bekerja di dapur itu. Padahal dalam berbagai informasi yang saya lihat, BGN menyebutkan bahwa relawan direkrut dari warga setempat atau tempatan,” ujar Hendra kepada wartawan.

Ia menilai keterlibatan masyarakat sekitar penting untuk memastikan program pemerintah tersebut benar-benar memberikan dampak positif bagi warga di lingkungan operasionalnya.

“Kalau memang program ini hadir untuk masyarakat, seharusnya masyarakat sekitar juga diberikan kesempatan untuk ikut terlibat sebagai relawan maupun pekerja,” tambahnya.

Selain menyoroti aspek pemberdayaan masyarakat, Hendra juga mempertanyakan kelengkapan perizinan dan standar kesehatan yang dimiliki SPPG Sahabat Mulia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, SPPG tersebut diketahui telah mulai beroperasi sejak awal Mei 2026. Namun hingga awal Juni 2026, dapur program itu disebut masih dalam proses pengurusan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, Yesica Vebrina, menjelaskan bahwa proses penerbitan SLHS masih berjalan sesuai prosedur.

“SPPG ini Alhamdulillah sudah mengirimkan hasil pemeriksaan sampel mereka pada akhir bulan kemarin dan saat ini sedang kami proses dalam pengurusan SLHS-nya,” jelas Yesica saat dikonfirmasi.

Meski demikian, sejumlah pihak menilai seluruh persyaratan administrasi dan standar kesehatan perlu dipenuhi secara optimal mengingat program tersebut berkaitan langsung dengan penyediaan makanan bagi para penerima manfaat.

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada pihak pengelola atau mitra SPPG Sahabat Mulia telah dilakukan oleh wartawan melalui sambungan telepon, namun belum mendapatkan respons.

Konfirmasi kemudian dilanjutkan melalui pesan WhatsApp. Berdasarkan keterangan wartawan, pihak yang dihubungi hanya memberikan balasan singkat berupa pertanyaan, “kowe sopo?”.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola SPPG Sahabat Mulia belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tidak dilibatkannya warga tempatan sebagai relawan maupun pekerja, maupun mengenai status SLHS yang masih dalam proses pengurusan.*

Penulis: Eru Kurniawan

Editor: Redaksi


Tag:Berita BengkalisProgram MBGSPPG