Di tengah dinamika hubungan antara aparat penegak hukum dan insan pers, angin segar berembus di Kabupaten Bengkalis. Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Bengkalis menyampaikan apresiasi kepada Fahrian Saleh Siregar yang menjabat sebagai Kapolres Bengkalis.
Perwira berpangkat AKBP itu dinilai menunjukkan keterbukaan informasi serta kemitraan yang hangat terhadap wartawan sejak awal masa tugasnya di wilayah hukum Polres Bengkalis.
Ketua JMSI Bengkalis, Bambang Gusfryadi, mengatakan dalam beberapa bulan terakhir, Kapolres Fahrian memperlihatkan sikap terbuka baik kepada organisasi pers maupun wartawan secara individu. Menurutnya, akses informasi yang transparan menjadi poin penting dalam mendukung kerja jurnalistik yang profesional.
Momentum kebersamaan itu terlihat saat kegiatan buka puasa bersama insan pers di Mandau beberapa waktu lalu. Dalam suasana Ramadan yang penuh kehangatan, Kapolres menegaskan komitmennya membangun komunikasi sehat dan transparan dengan media.
“Hubungan pers dan kepolisian harus berjalan beriringan. Kinerja kepolisian tidak akan diketahui publik tanpa peran media. Sebaliknya, pers membutuhkan akses informasi yang terbuka dan akurat agar dapat menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional,” ujar Bambang, Jumat (27/2/2026).
Menurutnya, sikap Kapolres Bengkalis yang membuka ruang dialog serta menerima kritik menjadi catatan positif. Kritik, kata dia, bukanlah hal tabu, melainkan bagian dari proses evaluasi demi peningkatan kinerja institusi.
Bambang bahkan menilai, AKBP Fahrian termasuk Kapolres yang paling terbuka terhadap insan pers selama dirinya berkiprah di Bengkalis. Pola komunikasi yang cair dan tidak berjarak dinilai mampu menciptakan hubungan kerja yang produktif tanpa mengurangi profesionalitas masing-masing pihak.
Selain keterbukaan terhadap media, JMSI juga mengapresiasi komitmen Kapolres dalam pemberantasan narkoba. Dalam beberapa waktu terakhir, jajaran Polres Bengkalis gencar melakukan operasi terhadap pengedar maupun pemakai narkotika.
Langkah tegas tersebut dinilai sebagai bukti keseriusan dalam menjaga keamanan wilayah. Bambang menegaskan komitmen pemberantasan narkoba yang disampaikan Kapolres bukan sekadar janji di awal masa jabatan, melainkan komitmen jangka panjang.
“Media memiliki tanggung jawab moral untuk mendukung pemberantasan narkoba dengan mengedukasi masyarakat sekaligus mengawal proses penegakan hukum agar tetap transparan dan akuntabel,” tegasnya.
JMSI berharap sinergi antara kepolisian dan pers di Bengkalis terus terjalin dengan baik. Kolaborasi yang sehat diyakini menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik serta mewujudkan Bengkalis yang lebih aman dan informatif.*
Penulis: Eru Kurniawan
Editor: Redaksi