RIAUPEMBARUAN.COM -PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) melalui tim Production Sumatra Light (SL) North sukses menggelar Contractor Synergy Forum pada Selasa (9/6/2026).
Forum ini menjadi wadah koordinasi, evaluasi, dan penyelarasan visi antara perusahaan dan mitra kerja guna memperkuat implementasi aspek keselamatan kerja, kesehatan, dan perlindungan lingkungan sesuai standar Health, Safety, and Environment (HSE) Zona Rokan.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pimpinan operasi area utara beserta seluruh pimpinan mitra kerja operasional. Dalam forum itu, seluruh peserta menyepakati dan menandatangani piagam komitmen bertajuk Komitmen Penguatan Kepemimpinan dan Sinergi (KOMPAS-PSLN).
Melalui komitmen tersebut, PHR dan mitra kerja menegaskan keselamatan kerja serta perlindungan lingkungan sebagai prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional dengan mengedepankan prinsip zero accident atau tanpa kecelakaan kerja.
Senior Manager Production SL North, Tomi Ihwanto, menegaskan bahwa terciptanya lingkungan kerja yang aman dan berkelanjutan sangat bergantung pada peran aktif dan keteladanan para pemimpin.
“Pimpinan harus hadir langsung di lapangan, berdialog dengan pekerja, memahami kondisi nyata, serta memastikan seluruh prosedur keselamatan dipahami dan dijalankan secara konsisten,” ujar Tomi.
Menurutnya, keberhasilan operasional tidak hanya diukur dari capaian produksi, tetapi juga dari kemampuan perusahaan menjaga lingkungan serta memastikan seluruh pekerja dapat bekerja dan kembali ke keluarga dengan selamat.
Forum tersebut juga menghasilkan kesepakatan untuk memperkuat penerapan Stop Work Authority (SWA) atau hak penghentian pekerjaan apabila ditemukan kondisi yang berpotensi membahayakan pekerja maupun lingkungan.
Sebagai tindak lanjut, sejumlah mitra kerja akan menjalankan berbagai program peningkatan keselamatan, mulai dari penataan logistik peralatan kerja, inspeksi berkala terhadap perlengkapan operasional, hingga perbaikan fasilitas lapangan guna mengurangi potensi risiko kecelakaan.
Selain itu, perhatian terhadap kesehatan mental pekerja turut menjadi fokus dalam upaya menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif. Program ini diharapkan mampu mengurangi risiko gangguan konsentrasi akibat kelelahan maupun tekanan kerja yang berpotensi memicu insiden.
Sejalan dengan perkembangan teknologi, PHR dan mitra kerja juga sepakat memperluas pemanfaatan sistem pemantauan digital untuk mempercepat identifikasi potensi bahaya, memantau tren keselamatan kerja, serta memastikan setiap temuan dapat ditindaklanjuti secara cepat dan terukur.
Pada akhir kegiatan, seluruh peserta kembali menegaskan komitmen untuk menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat dan pemangku kepentingan, menghormati nilai-nilai budaya setempat, serta mendukung pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Melalui sinergi yang kuat antara perusahaan dan mitra kerja, PHR optimistis mampu mewujudkan operasional hulu migas yang aman, andal, produktif, berintegritas, serta berkelanjutan bagi masa depan industri energi nasional.*
Penulis: Redaksi
Editor: Rezi AP