RIAUPEMBARUAN.COM - Sejumlah pengurus Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Riau mengaku belum mengetahui secara pasti keberadaan Ketua Umum BPD HIPMI Riau, Migo Mufartha, di tengah beredarnya informasi pemeriksaan sejumlah penumpang yang baru tiba dari Bangkok, Thailand, oleh Badan Narkotika Nasional (BNN).
Pernyataan tersebut disampaikan sejumlah pengurus HIPMI Riau yang tengah mengikuti Musyawarah Nasional (Munas) XVIII HIPMI di Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026).
Wakil Ketua Umum BPD HIPMI Riau, Septri Wendi, mengaku tidak mengetahui secara rinci aktivitas Migo Mufartha selama pelaksanaan Munas.
“Karena kami berbeda pilihan dalam Munas HIPMI, saya tidak mengetahui kegiatan ketua. Terkait informasi yang beredar, saya juga belum mendapatkan informasi yang jelas,” ujar Septri.
Hal senada disampaikan Ketua Bidang XI BPD HIPMI Riau, Taufik Hidayat. Menurutnya, hingga pelaksanaan Munas berlangsung, dirinya belum melihat kehadiran Migo Mufartha maupun Ketua Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) HIPMI Riau yang namanya turut disebut dalam sejumlah pemberitaan.
“Untuk kegiatan Ketum Migo dan Ketua OKK itu, saya tidak mengetahui pasti. Soal berita yang beredar, saya baru mengetahuinya dari media,” kata Taufik.
Ia menambahkan, komunikasi terakhir dengan Migo Mufartha terjadi saat debat pertama calon Ketua Umum HIPMI di Jambi pada 9 Mei 2026 lalu.
“Saya belum melihat mereka hadir dan saya juga tidak dilibatkan selama Munas ini. Terakhir komunikasi dengan Ketum Migo saat debat pertama calon ketua umum HIPMI di Jambi,” ujarnya.
Di tengah berkembangnya informasi tersebut, sejumlah Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI di Riau mulai mengambil sikap. Sedikitnya 10 BPC HIPMI dikabarkan akan melayangkan mosi tidak percaya terhadap Ketua Umum BPD HIPMI Riau.
Ketua Umum BPC HIPMI Kabupaten Siak, Tommy Wilham, mengatakan langkah tersebut merupakan mekanisme organisasi yang bertujuan menjaga marwah HIPMI.
“Sebanyak 10 BPC HIPMI akan menyatakan mosi tidak percaya kepada Ketua HIPMI Riau. Ini merupakan langkah konstitusional agar HIPMI Riau tetap bersih dari perbuatan yang tidak semestinya,” kata Tommy.
Menurutnya, HIPMI sebagai organisasi kader pengusaha muda dibangun di atas nilai integritas, profesionalisme, etika, dan tanggung jawab moral yang harus dijaga oleh seluruh kader maupun pengurus.
“Setiap kader dan pengurus wajib menjaga nama baik HIPMI, baik dalam tindakan pribadi maupun dalam kapasitas kelembagaan,” tegasnya.
Sikap serupa disampaikan Ketua Umum BPC HIPMI Kota Dumai, Rendy Firdaus. Ia mengaku kecewa atas informasi yang beredar dan menilai organisasi harus segera mengambil langkah untuk menjaga kepercayaan publik.
“Kami kecewa dengan berita yang telah beredar. Ketua yang seharusnya menjadi panutan dan pemimpin organisasi justru dikaitkan dengan persoalan yang dapat berdampak negatif terhadap generasi muda,” ujarnya.
Menurut Rendy, HIPMI harus tetap menjadi wadah pengusaha muda yang menjunjung tinggi etika dan profesionalisme.
“HIPMI tidak boleh terseret dalam persoalan yang merusak kepercayaan publik. Organisasi harus berdiri tegak di atas aturan, bukan kepentingan pribadi maupun kekuasaan,” katanya.
Sebelumnya, BNN melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah penumpang yang baru tiba dari Bangkok, Thailand, melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, dalam Operasi Sekuens “Sapu Bersih Narkotika” pada Senin (8/6/2026) malam.
Dari 14 penumpang yang diperiksa, sebanyak 10 orang berinisial MM, FR, GAS, MA, ASM, DP, HP, MI, AN, dan RA dinyatakan positif berdasarkan hasil tes urine. Dalam sejumlah laporan media, tiga di antaranya disebut-sebut merupakan pengurus BPD HIPMI Riau.
Saat ini, BNN masih melakukan pendalaman dan pengujian laboratorium terhadap temuan tersebut. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Migo Mufartha
Sementara itu, Munas XVIII HIPMI di Bandar Lampung tetap berlangsung dengan agenda utama pemilihan Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI periode 2026 - 2029.*
Penulis: Redaksi
Editor: M Ridduwan